SOLO, MettaNEWS – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ditutup dengan perayaan Cap Go Meh di Balai Kota Solo, Selasa (3/3/2026) malam. Sebanyak 800 tamu undangan termasuk Koordinator Dana Imlek Nasional 2026, Gandi Sulistiyanto hadir menyaksikan kemeriahan acara.
Ketua Panitia Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto mengatakan perayaan Cap Go Meh tahun ini begitu spesial lantaran berbarengan dengan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Fenomena ini langka karena menggunakan sistem kalender yang berbeda (Imlek: lunisolar, Ramadan: Qomariyah) yang terakhir kali terjadi pada tahun 1863.
“Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini berbarengan dengan puasa. Banyak sekali acara tambahan yang merawat kebhinekaan. Malam hari ini ada tampilan wayang kulit oleh dalang Tionghoa kecil. Ada lampion Imlek dan Idul Fitri yang kita sejajarkan. Ini indah sekali,” ujarnya.
Kota Solo masuk ke dalam 8 agenda Panitia Imlek Nasional 2026, bersanding dengan kota-kota besar seperti Medan, Singkawang, Jakarta, Semarang, Palembang. Makassar, Pontianak dan Manado.
“Kami berusaha menjaga kebhinekaan. Terbukti, dari Panitia Imlek Nasional, Kota Solo masuk menjadi bagian dari 8 agenda Imlek setiap tahunnya. Panitia Imlek Bersama merasa bersyukur dan berterima kasih. Semoga ke depannya kami dapat terus berdampak lebih luas dalam kebhinekaan dan membranding Solo dalam banyak hal,” terangnya.

Perayaan Cap Go Meh 2026 turut dihadiri oleh tokoh penting Kota Solo seperti Wali Kota Solo Respati Ardi, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo.
Wali Kota Solo, Respati Ardi menyebut indahnya kebersamaan menjadi simbol kerukunan antar umat beragama di Kota Solo. Ia menekankan komitmen Kota Solo sebagai kota yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan antarumat beragama dan antaretnis.
“Kota Solo sangat harmonis, saya berharap di puncak perayaan Imlek ini akan membawa keberuntungan, kesehatan untuk seluruh warga Kota Solo,” terangnya.
Perayaan Tahun Baru Imlek yang bersamaan dengan Bulan Suci Ramadan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dengan berputarnya roda perekonomian.
“Kami berharap di tahun baru ini, pertumbuhan ekonomi di Solo terus meningkat dan warganya diberikan kesejahteraan yang baik,” harapnya.

Koordinator Dana Imlek Nasional 2026, Gandi Sulistiyanto mengatakan Kota Solo merupakan cerminan dari kepedulian mayoritas terhadap minoritas.
“Dengan datang ke sini, saya melihat sendiri antara kelompok sangat dekat dan komunikatif satu dengan yang lain. Dan saya harapkan ini bisa dilanjutkan. Karena secara nasional tingkat kepedulian mayoritas kepada minoritas sudah cukup tinggi saat ini di Indonesia,” terangnya.
Perayaan Cap Go Meh 2026 diisi dengan doa bersama lintas agama Budha, Hindu, Islam, Katolik, Kristen dan Konghucu.
Acara juga dimeriahkan oleh Barongsai Tripusaka, Sinden dan Gamelan yang mebawakan lagu Bengawan Solo dan Prahara Cinta, penampilan Riana Dancer, pentas wayang kulit dalang cilik Tionghoa dengan cerita Bratasena Meguru.
Serta pemberian dukungan perjalanan umroh, penyerahan bantuan 1 buah liong dan 2 buah barongsai, penyerahan hadiah lomba mahjong, donor darah, lomba foto jurnalistik, lomba jurnalistik koran dan TV serta pembagian puluhan doorprize dan hadiah utama Rp5 juta.










