SOLO, MettaNEWS – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengakui adanya pembicaraan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto saat mereka menjadi saksi dalam acara pernikahan di TMII, Jakarta pekan lalu.
Menanggapi pertanyaan awak media terkait adanya pembicaraan khusus tersebut, Jokowi menegaskan bahwa pembicaraan itu memang ada. Namun, ia menolak membeberkan secara rinci isi percakapan yang dilakukan bersama Prabowo.
“Pembicaraan khusus? Iya, pasti ada,” kata Jokowi, Jumat (30/1/2026) di kediamannya di Sumber, Solo.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai apa yang dibahas, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut bersifat pribadi.
“Ya namanya pembicaraan khusus masa disampaikan. Ya khusus juga untuk kita dan untuk saya dan Pak Prabowo,” katanya.
Jokowi mengungkapkan bahwa dalam pembicaraan tersebut turut dibahas kondisi Indonesia, termasuk situasi global yang saat ini dipenuhi ketidakpastian.
Jokowi menyampaikan, kondisi global memberikan tantangan tersendiri bagi banyak negara.
“Iya, termasuk kemudian apa situasi global saat ini yang juga penuh dengan ketidakpastian,” jelasnya.
Meski demikian, Jokowi mengajak semua pihak untuk bersyukur karena kondisi perekonomian Indonesia dinilai masih cukup kuat. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di atas lima persen dan inflasi tetap terjaga dengan baik.
“Saya kira kita patut bersyukur ekonomi masih tumbuh di atas lima, inflasi juga sangat terjaga. Yang paling penting itu,” ujarnya.
Jokowi menambahkan, tidak sedikit negara lain yang saat ini menghadapi kesulitan dalam mengendalikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi secara bersamaan. Oleh karena itu, capaian Indonesia tersebut menjadi hal yang patut dijaga ke depan.
“Karena negara-negara lain banyak yang kesulitan mengatasi dua hal tadi, pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” pungkas Jokowi.








