SOLO, MettaNEWS – Beberapa bahan makanan di Pasar Legi mengalami kenaikan yang cukup signifikan Kamis (31/3). Kenaikan bahan makanan terjadi jelang Ramadan pada beberapa bahan makanan seperti mete, emping, gula pasir, bihun jagung, bakmi dan kerupuk udang. Untuk bahan makanan yang paling tinggi kenaikannya adalah kerupuk udang.
Salah satu Kios di Pasar Legi, Rizal pemilik Toko Rizal Jaya menyebut kerupuk udang menjadi yang paling tinggi disemua lonjakan harga bahan makanan, diungkapkan Rizal sebelumnya harga per bal Rp 205.000, untuk saat ini Rp 225.000/bal. Naik sebanyak Rp 20 ribu, ia mengungkapkan hal semacam ini merupakan kenaikan tahunan. Dimana setiap tahunnya harga bahan makanan akan naik di waktu Ramadan.
Sementara untuk bahan makanan lain, bihun jagung dan bakmi yang juga mengalami kenaikan. Rizal menjelaskan harga bihun semula Rp 67.000/bal, saat ini harga mencapai Rp 80.000/bal. Sementara untuk harga bakmi mengalami kenaikan Rp 7 ribu, dengan harga semula Rp 65.000/bal, harga saat ini Rp 72.000/bal.
Permintaan bahan makanan tersebut menjadi yang paling banyak dicari pembeli. Ia mengatakan setiap mengambil stok bihun jagung dari distributor ia membeli sebanyak 100 bal, sedangkan untuk bakmi sebanyak 50 bal.
“Bahan makanan berupa mi ini kenaikannya drastis. Naiknya langsung besar sampai membuat daya beli turun. Kenaikan kali ini yang paling tinggi. Pihak distributor mengalami kesulitan bahan baku jagung, kalau yang biasanya impor sekarang susah buat dapetnya,” Rizal saat ditemui di Kios Pasar Legi, Kamis (31/3/2022).
Rizal mengungkapkan penyebab tingginya harga bihun jagung dan bakmi ini disebabkan karena adanya kekurangan bahan baku oleh pihak distributor yang berada di Surabaya. Dalam sehari ia mampu menjual 20-30 bal bihun maupun bakmi, namun hal ini bukan menjadi patokan jumlah penjualan setiap hariny. Rizal menyebut hal ini karena jumlah pengujung yang tidak menentu menyebabkan pendapatannya juga tidak menentu.
Selain itu gula pasir juga mengalami kenaikan. Ia menyebut untuk harga gula pasir curah Rp 14.000/kg sementara untuk gula pasir kemasan Rp 16.000/kg. Rizal yang juga menjual barang dagangannya secara online mengaku gula kemasan menjadi yang paling ramai dibeli. Sedangkan untuk dagangan yang ia jual langsung di Pasar Legi, gula pasir curah menjadi yang paling dicari. Kenaikan terjadi sejak dua pekan yang lalu dan akan terus mengalami kenaikan.
Tidak melayani pembelian minyak goreng ecer, Toko Rizal Jaya menjual minyak dengan per karton berisi 12 kantong minyak dengan ukuran bervariasi yaitu 800 mililiter dan 900 mililter. Untuk harga satu karton berisi 12 kemasan minyak goreng 800 mililiter Rp 230.000/karton. Sementara untuk harga satu karton minyak goreng 12 kemasan berukuran 900 mililiter Rp 250.000/karton. Selain itu untuk komiditi lain seperti kurma tunisa madu seharga Rp 56.000/kg, gula pasir curah Rp 14.000/kg, dan gula pasir kemasan Rp 16.000/kg.
Meskipun kondisi pasar belum stabil tidak banyak pembeli, namun Rizal mengungkapkan pendapatan kiosnya sudah cukup baik.
“Ya kalau mau puasa semua bahan makanan naik terus juga permintaannya juga banyak. Ini pasarnya belum stabil, ya pasar baru diresmikan tiga bulan lalu. Kalau saya jualannya baru dua bulan ini, tapi ya penjualannya sudah cukup baik. Karena di pasar ini nggak semua jualan di dalam, ada yang jual di luar. Jadi pembeli kan mau gampang dan cepetnya aja, Cuma di pinggir jalan barang sudah ada. Kalau sini kan harus masuk akhirnya kurang ramai. Kalau Ramadan itu biasanya dapet pesanan banyak dari acara-acara seperti pengajian, acaranya pondok pesantren mereka membutuhkan minyak, gula pasir, bihun dan krupuk udang,” tuturnya.
Kenaikan juga terjadi pada mete, semula harganya Rp 135.000/kg saat ini Rp 150.000/kg. Mete tersebut didapatkan dari distributor di Wonogiri. Rizal menyebut ia mengambil persediaan mete sebanyak 2-3 kuintal.
Sementara itu, salah satu pedagang mete, Parni menyebut kenaikan harga mete merangkak naik sebanyak Rp 1 ribu per kilogram sejak dua pekan yang lalu. Saat ini harga mete di kiosnya Rp 68.000 hingga Rp 70.000/kg.
“Mete itu naiknya harian, jadi permintaannya biasa nggak banyak. Harganya naik terus juga minat masyarakat itu nggak banyak. Pesanannya banyak kalau ada yang mengadakan acara,” ungkap Parni
Parni menyebut kiosnya biasa menyediakan mete sesuai dengan permintaan pembeli. Mete yang berasal dari Semarang ini akan mengalami kenaikan permintaan saat mendekati waktu lebaran.








