SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 50 kaum difabel yang berasal dari Tim Advokasi Difabel Solo datangi acara Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo dalam rangka pembekalan teori dan praktik penanganan kebakaran di Kantor Damkar Solo, pada Kamis (31/3/2022).
Ketua Tim Advokasi Difabel Solo, Sri Sudarti saat belangsugnya Praktik penanggulangan kebakaran di Damkar Solo mengungkapkan, program ini merupakan kerja sama antara Tim Advokasi Difable dengan Damkar, yang saat ini telah terealisasikan yaitu sosialisasi penanganan kebakaran.
“Kita usulkan, karena dalam rencana kerja di Dinas Pemadam Kebakaran ada pelatihan, kita mengusulkan untuk diadakan juga, pelatihan pemadaman kebakaran karena disabilitas di Kota Solo sama dengan masyarakat yang lain, memasak dan melakukan semuanya seperti pada masyarakat lain,” katanya.
Sudarti juga mengharapkan pelatihan-pelatihan selain penanganan kebakaran. Di antaranya, pihaknya merencanakan pelatihan penanggulangan bencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo.
“Ya, mungkin nanti kita tetap mengajukan kebencanaan di BPBD juga, karena kita juga menyadari pentingnya sosialisasi tersebut, apalagi angka difabel di Solo cukup tinggi, terlebih hingga saat ini masih banyak difabel yang belum terdata atau tergabung dalam organisasi maupun komunitas,” jelasnya
Sudarti menuturkan, kaum difabel yang belum terdata tersebut merupakan tantangan pihaknya dalam memberikan sosialisasi. Namun, pihaknya terus berupaya untuk merangkul kaum difabel yang belum terdata tersebut.
Tim Advokasi Difabel Solo Telah menjalankan tugas dalam koordinasi dan menggandeng dengan dinas-dinas terkait, dalam upaya mewadahi kebutuhan kaum difabel di Kota Solo.
“Kebetulan Tim Advokasi Difabel ini kan di bawah SK Wali Kota Solo, jadi semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang ada di Pemerintah Kota Solo ada di situ, jadi kita bisa koordinasi dan bersinergi tergantung kebutuhan temen-temen, misalkan ketenagakerjaan, kita harus koordinasi ke Dinas Tenaga Kerja, mungkin juga kesehatan percepatan vaksin kita juga dari Dinas Kesehatan, Jadi fungsi dan perannya adalah tim koordinasi,” pungkas Sudarti.







