SOLO, MettaNEWS – Kota Solo terus berupaya untuk meningkatkan kondusifitas dan kenyamanan beribadah di bulan suci Ramadan tahun ini, Selasa (29/3). Berlangsung di Loji Gandrung, Solo acara ini di hadiri para tokoh agama dari beberapa wilayah di Solo. Membahas mekanisme pelaksanaan kegiatan bulan Ramadan di Solo, sejumlah pelaksanaan peribadatan Ramadan mulai dilonggarkan.
Ketua Pengurus Takmir Masjid Agung Keraton Surakarta, Muhammad Muhtarom mengapresiasi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming yang telah memberikan restu kepada umat muslim untuk menyelenggarakan salat Tarawih dan salat Iedul Fitri di lapangan. Muhtarom menyebut hal ini adalah sebuah kemajuan kondisi yang dialami Solo, dimana saat ini kasus Covid-19 sudah cukup mereda sehingga kondisi Solo membaik.
Selain itu, dalam pertemuan ini juga membahas tentang bagaiamana hubungan yang baik antar umat beragama di Solo. Untuk mewujudkannya, diperlukan toleransi dan kerukunan yang tetap terjaga antar satu dengan lainnya. Dengan diadakannya acara ini maka dapat memeperkuat rasa kesatuan antar umat beragama yang tidak hanya menjelang Ramadan saja, melainkan setiap perayaan ditiap-tiap agama mampu didukung pelaksanannya oleh satu dengan yang lainnya.
“Kabar menggembirakan bagi kami dimana mekanisme pelaksanaan peribadatan di masjid atau di musola saat Ramadan nantinya akan ada kegiatan salat tarawih. Bagi Masjid Agung yang menjadi tolak ukur peribadatan di Kota Solo ini tentu kami menyambut baik dalam pelaksanaannya. Dengan diizinkannya kembali penyelenggaraan salat tarawih, saat ini kami masih tetap menerapkan protokol kesehatan,” tutur Muhammad Muhtarom dalam acara Selasa (29/3/2022).
Pihaknya menyebut akan konsisten mengkondisikan pelaksanaan salat tarawih agar mampu menjadi contoh yang baik dalam kehidupan keagamaan di Solo. Dengan segala dinamika perubahan yang ada sejak pandemi, Muhtarom mengungkapkan setelah kondisi sudah membaik dari pandemi, masyarakat khususnya di Kampung Kauman tetap memiliki kesatuan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo, Gibran menyebut pada tahun lalu, pelaksanaan salat ied dul fitri hanya boleh dilaksanakan di dalam masjid bukan di lapangan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sehingga pada tahun ini pelaksanaan salat ied dul fitri sudah diperbolehkan dilakukan di lapangan luas dengan catatan tetap menjaga jarak dan memakai masker. Hal ini karena protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan untuk mencegah persebaran Covid-19 di Solo.
“Nanti pelaksanaannya di lapangan yang luas dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Angka kasus Covid-19 di Solo ini meskipun sudah menurun tapi kita tetap mengantisipasi agar tidak naik lagi. Karena pencapaian booster masih sangat rendah, yakni di angka 39 persen. Harapan saya, sebelum mudik lebaran dan sebelum kedatangan tamu-tamu dari luar kota yang balik kampung. Pencapaian booster sudah diangka 70 persen,” ungkap Gibran.
Dalam hal peraturan kegaiatan masyarakat selama Ramadan, Gibran menyebut akan melakukan konsultasi surat edaran (SE) dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Gibran berharap adanya kerjasama antar masyarakat Solo demi mencegah adanya kondisi yang tidak baik lagi karena pandemi di Solo.
“Tahun ini sudah banyak sekali kelonggaran seperti salat tarawih, mudik jadi mohon untuk bersabar dahulu. Harapannya kita pengen Covid ini bisa menjadi endemi. Tapi untuk mewujudkannya nanti kalau 6 bulan angkanya kasusnya apakan akan terus menurun. Kalau sudah, maka kita bisa sampai pada endemi,” tukasnya.







