SOLO, MettaNEWS – Dalam pertemuan tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan pemerintah, Selasa (29/3/2022) di Loji Gandrung. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka juga membahas tentang perekonomian yang semakin membaik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu, Gibran juga menceritakan kisahnya di awal menjabat sebagai Wali Kota sejak Februari 2021 lalu.
Mengalami berbagai macam kesulitan, Gibran menyebut dalam mengelola Kota Solo yang pada saat itu sedang mengalami hantaman pandemi Covid-19 sangatlah berat.
Berbagai macam permasalahan seperti kesehatan, pendidikan hingga ekonomi menjadi hal yang sulit pada saat itu. Terutama dalam hal kondisi ekonomi Solo saat pandemi yang mengalami keterpurukan.
“Waktu saya pertama menjabat sebagai Wali Kota, pertumbuhan ekonomi di Solo cuma minus 1,74 persen. Sekarang kita sedang bekerja keras dan kini sudah di angka 4,01 persen pertumbuhan ekonominya. Jadi bisa dikatakan membaik,” ungkap Gibran.
Gibran menceritakan, pertumbuhan ekonomi tersebut minus dikarenakan anggaran Pemerintah Kota Solo habis untuk membiayai program penanganan kasus Covid-19.
Pada masa itu, dirasa Gibran sebagai masa-masa terberat pada masa awal jabatannya.
“Jujur saja, waktu saya pertama kali duduk di sini berat sekali. Anggarannya habis semua untuk menangani permaslahan Covid-19.” Tambahnya.
Saat ini kondisi Solo sudah mulai bangkit dari keterpurukannya akibat pandemi. Hal ini tidak terlepas dari adanya penurunan angka Covid-19 di Solo yang juga digiatkan melalui vaksinasi booster untuk mencapai endemi. Dimana endemi ini baru akan tercapai apabila kasus Covid-19 terus mengalami penurunan. Berdampak baik terhadap nafas perekonomian masyarakat Solo, Gibran bertekad mempercepat pemulihan ekonomi hingga mencapai 5.5%.
“Sekarang di angka 4,01 persen, sudah bagus. Sudah di atas angka rata rata Jateng dan nasional.Jadi dengan pencapaian ini, tetep saya mau tingkatkan lagi ke angka 5,5 persen. Insya Allah ” tutur Gibran.
Pertembuah ekonomi di Solo yang sudah membaik tersebut, Gibran mengungkapkan salah satunya karena vaksinasi.
“Ya pasti karena vaksinasi juga, kalau wargane sehat ekonomine pasti baik. Makane ayo pada booster kan ya gratis tinggal datang apa susahnya,” jelasnya.
Selain itu, diungkapkan Gibran, InflasI di Solo juga terjaga. Hal tersebut disebabkan adanya okupansi hotel yang sudah mulai ramai.
“Hotel sudah mulai terisi lagi, mall, pasar sudah rame, jalanan mulai macet, sudah berkegiatann. Ya itu salah satu indikator ya,” ungkap Gibran
Gibran menuturkan perkembangan ekonomi Solo akan dilaporkan pada rapat paripurna di waktu mendatang. Pihaknya menyebut selain inflasi, angka pengangguran, angka kemiskinan dan angka pertumbuhan.
“Akan dilaporkan semua nanti di Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) untuk angka pertumbuhan ekonomi daln lain-lain nanti kita laporkan,” tandasnya.
Untuk mendukung terwujudnya perekonomian yang semakin membaik di Solo, Gibran meminta masyarakat dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tersebut. Melalui tetap digalakkannya protokol kesehatan agar kasus Covid di Solo tidak naik yang akan mengakibatkan ekonomi kembali melesu akibat adanya pembatasan gerak pelaku ekonomi.
“Solo ini kotanya kecil banget. Pendapatannya cuma tergantung sama pajak dan retribusi. Ini perlu kerja sama, perlu inovasi, dan perlu kreativitas,” pungkasnya.







