Buka GIIAS Semarang 2025, Gubernur Jateng Tawarkan Insentif Pajak untuk Dongkrak Industri Otomotif

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan insentif pajak bagi pelaku usaha dan investor di sektor otomotif. Hal ini disampaikan saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) The Series Semarang 2025 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Rabu (24/9/2025).

Menurut Gubernur, Jawa Tengah saat ini menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memberikan insentif pajak kendaraan bermotor bagi perusahaan yang melakukan pembelian kendaraan dalam jumlah tertentu. Langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah provinsi untuk mendorong investasi, meningkatkan daya beli kendaraan bermotor, serta memperkuat sektor transportasi dan ekonomi daerah.

Insentif tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2025, yang mencakup keringanan tarif pajak kendaraan angkutan barang dan orang, serta diskon Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi perusahaan yang menanamkan modalnya di Jawa Tengah.

“Kami berharap insentif tersebut dapat memberi dorongan signifikan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, agar lebih aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor otomotif,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya penyelenggaraan GIIAS Semarang agar tidak sekadar menjadi ajang pamer teknologi otomotif, tetapi juga mendorong transaksi riil dari masyarakat.

“Geliat industri otomotif ini turut berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sejalan dengan pengembangan infrastruktur dan pertumbuhan konsumsi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Gaikindo sekaligus Ketua Penyelenggara GIIAS Semarang 2025, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa pameran kali ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan di Kota Semarang.

“Jawa Tengah telah menjadi salah satu wilayah penting dalam industri otomotif nasional, dengan kontribusi penyebaran kendaraan bermotor sebesar 5,2 persen secara nasional pada kuartal pertama 2025,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa berbagai industri pendukung seperti komponen kendaraan dan karoseri telah tumbuh pesat di Jawa Tengah, mempertegas posisi strategis provinsi ini dalam ekosistem otomotif nasional.

GIIAS Semarang 2025 digelar mulai 24 hingga 28 September, dengan melibatkan sekitar 50 merek kendaraan, termasuk kendaraan roda empat, roda dua, serta puluhan industri pendukung. Tercatat ada enam merek baru yang ikut berpartisipasi tahun ini, menandakan besarnya potensi dan daya tarik pasar otomotif di Jawa Tengah.

“Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pameran ini diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan industri otomotif global,” pungkas Anton.