RSUD Dr. Moewardi Berhasil Operasi Transplantasi Ginjal dari Ibu ke Anak

oleh
oleh
RSUD Moewardi berhasil lakukan operasi transplantasi ginjal dari seorang ibu pada anak kandungnya | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – RSUD Dr. Moewardi berhasil melakukan operasi transplantasi ginjal dari seorang ibu pada anaknya. Ini menjadi transplantasi ginjal ke 9 yang berhasil dilakukan oleh RSUD Dr. Moewardi. Ini merupakan bagian dari program pengampuan layanan urologi-nefrologi yang digaungkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk memeratakan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Sebelum pelaksanaan operasi transplantasi ginjal, berbagai persiapan telah dimatangkan sejak beberapa bulan yang lalu. Mulai dari administrasi, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan prasarana. Persiapan dalam hal administrasi dan kelengkapan dokumen, RSUD Dr. Moewardi telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Transplantasi Nasional (KTN), dan ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara transplantasi ginjal oleh Kemenkes RI sejak tahun 2021.

Pasangan donor dan resipien transplantasi ginjal kali ini merupakan seorang ibu (53 tahun) yang mendonorkan ginjalnya ke anak lelakinya (26 tahun) yang diketahui mengalami gagal ginjal kronis sejak April 2024 akibat penyakit hipertensi di usianya yang masih muda.

Sebelum menjalani operasi pada Senin (25/11/2024), keduanya telah menjalani pemeriksaan oleh dokter konsultan ginjal hipertensi (nefrologi). Setelah itu, keduanya melakukan wawancara kelayakan medikolegal oleh tim hukum dan advokasi. Setelah mendapat rekomendasi dari tim hukum dan advokasi, keduanya menjalani berbagai pemeriksaan penunjang serta konsultasi dengan spesialis dan subspesialis dari berbagai disiplin ilmu.

Operasi kali ini dilakukan oleh Tim Tranplantasi Ginjal RSUD Dr. Moewardi bersama dengan Tim Tranplantasi Ginjal dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta sebagai rumah sakit pengampu nasional. Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSUD Dr. Moewardi, Dr. dr. Agung Susanto, SpPD, K-GH, FINASIM mengatakan bahwa, setelah tindakan operasi, pasien resipien (penerima ginjal yang baru) dirawat selama beberapa hari di unit perawatan intensif hingga kondisinya dinyatakan stabil untuk kembali ke ruang perawatan biasa.

“Layanan transplantasi ginjal di RSUD Dr. Moewardi ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan dan menjadi alternatif solusi pengobatan untuk pasien gagal ginjal karena tindakan ini dapat memberikan kualitas hidup dan angka harapan hidup yang lebih baik,” tambah dr. Agung.

Plt Direktur Utama RSUD Dr. Moewardi dr. Heri Dwi Purnomo, SpAn mengatakan pelayanan transplantasi ginjal ini merupakan wujud dari transformasi kesehatan pilar pelayanan rujukan. Pelayanan ginjal ini masuk dalam pelayanan penyakit prioritas selain kanker, jantung, dan stroke.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah memiliki program untuk mengawal di hulu dengan berbagai tindakan preventif, yang jauh lebih penting daripada upaya di hilir. Program preventif mencegah masyarakat mengalami gagal ginjal kronis melalui berbagai cara dengan edukasi dan promosi pola hidup sehat, termasuk pola makan dan pola hidup untuk membangun kebiasaan-kebiasaan yang dapat mencegah terjadinya gangguan ginjal.

“Upaya transplantasi ginjal ini merupakan upaya yang dilakukan di hilir dengan maksud menekan biaya yang akan dikeluarkan bagi pasien gagal ginjal kronik yang akan menjalani cuci darah secara rutin. Hal ini akan memberikan manfaat dan kendali biaya yang jauh lebih besar,” ujar dr. Heri.

Lebih lanjut, dr. Agung menjelaskan, kondisi terakhir pendonor dan resipien telah membaik dan stabil. Menurut dr. Agung, kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi ginjal yang saat ini masih berada dalam pengawasan ketat sudah berangsur membaik.

“Resipien telah kami rawat secara intensif dan saat ini pasien telah masuk ke dalam ruang perawatan biasa namun dengan protokol khusus yang diperuntukkan bagi pasien transplantasi guna meminimalkan infeksi yang mungkin terjadi setelah operasi,” ucapnya.

Dokter Agung menambahkan, hingga saat ini, Tim Tranplantasi Ginjal RS dr. Moewardi telah melakukan transplantasi ginjal sebanyak 9 kali dengan tingkat keberhasilan 100%. Keberhasilan ini diharapkan menumbuhkan optimisme dan kepercayaan di masyarakat bahwa RSUD dr. Moewardi juga tidak kalah bersaing dengan rumah sakit nasional lain bahkan rumah sakit internasional.