SOLO, MettaNEWS – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar pelatihan teknisi AC bagi 50 eks simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) asal Soloraya di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Disabilitas Fisik (BBRSDF) Prof. Dr. Soeharso, Surakarta, selama lima hari ke depan, Senin-Jumat, 2-6 Desember 2024.
Analis Kebijakan Bidang Penindakan Densus 88 Polri, Brigjen Pol. Torik Priyono mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen untuk membantu eks simpatisan JI memiliki keterampilan untuk hidup mandiri.
“Selama ini, banyak dari mereka (eks simpatisan JI-red) yang kesulitan membangun kehidupan layak karena keterbatasan keterampilan. Dengan pelatihan ini, kami harap mereka dapat menciptakan penghasilan mandiri, tidak bergantung pada pihak lain, dan menjauh dari hal-hal negatif,” ujar Torik, Senin (2/12/2024).
Densus 88 Polri menggandeng berbagai pihak, termasuk PT Astra, untuk mendukung kegiatan tersebut. Selain pelatihan teknisi AC, Densus 88 sebelumnya telah memfasilitasi eks simpatisan JI dengan berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi, seperti perkebunan kopi, pertanian padi, dan peternakan di berbagai wilayah Indonesia.
Torik menambahkan, program ini juga bertujuan memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar. Dengan mengembalikan eks simpatisan JI ke tengah masyarakat sebagai individu yang produktif, diharapkan stigma negatif perlahan menghilang.
“Kami ingin membuktikan bahwa mereka bisa hidup layak dan memberikan kontribusi positif kepada keluarga maupun komunitasnya,” jelasnya.
Strategic Intelegent Departement Head PT Astra International, Jaka Fernando Arisandi menyebut di pelatihan ini PT Astra menggandeng Yayasan Amaliyah Astra untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat khususnya dalam hal teknisi AC.
“Harapan kami setelah ini dengan adanya pelatihan ini teman-teman kita yang kita latih bisa menjadi value change business antara Astra dengan masyarakat. Minimal bisa memperbaiki unit-unit AC yang ada di cabang kami. Di daerah Solo kita punya sembilan lini bisnis yang rasanya memerlukan kompetensi untuk memperbaiki AC AC yang ada di kantor kami. Dan mudah-mudahan ini juga menjadi sebuah pintu masuk untuk kolaborasi yang lain antara Astra dan masyarakat Solo,” terangnya.
Seorang peserta pelatihan, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku bersyukur atas program ini. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Selama ini memang sulit mencari pekerjaan karena status saya. Dengan pelatihan ini, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa hidup mandiri dan tidak lagi terpengaruh dengan hal-hal buruk di masa lalu,” katanya.
Densus 88 Polri menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan program serupa di berbagai daerah, dengan harapan mengurangi potensi kembalinya eks simpatisan JI ke jaringan terorisme serta meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.







