RSUD Dr. Moewardi Peringati Hari Alzheimer Sedunia, Dukung Pencanangan Solo Kota Ramah Lansia di 2030

oleh
Alzheimer
RSUD Dr. Moewardi bersama lansia yang tergabung dalam pertunjukkan seni angklung "Kembang Setaman" saat memperingati Hari Alzheimer Sedunia di Solo CFD, Minggu (21/9/2025) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Memperingati Hari Alzheimer Sedunia, RSUD Dr. Moewardi menggelar kegiatan “Bersama Kenali Alzheimer, Bangun Kualitas Hidup Lansia yang Berkualitas” di Solo CFD, Minggu (21/9/2025).

Menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, acara ini diisi dengan senam awet sehat “Zin Karel”, pojok konsultasi demensia, screening demensia dan hepatitis, donor darah, pemeriksaan lab sederhana, talkshow dan pertunjukkan seni angklung “Kembang Setaman”.

Ketua acara, Dr. Fatichati Budiningsih, SpPD, K-Ger, FINASIM mengatakan peringatan Hari Alzheimer Sedunia ini bertujuan untuk memberikan literasi kepada masyarakat tentang adanya problem (masalah-red) penyakit alzheimer.

Satu kondisi di mana terjadi penurunan fungsi berpikir dari seorang yang sangat mengganggu kualitas hidup. Meskipun secara fisik penderita terlihat sehat, akan tetapi gangguan kognitif atau fungsi berpikirnya menurun.

“Ini menjadi masalah yang serius untuk kita semua. Karena pada saat ini kemajuan teknologi kedokteran, pendidikan, ekonomi itu membuat orang semakin lama usia harapan hidupnya semakin meningkat. Tapi ternyata di usia-usia itu harus berhadapan dengan problem fungsi kognitif atau fungsi berpikir seseorang. Di mana kita kenal dengan bahasa yang sederhana itu pikun, orang pikun itu yang bersangkutan tidak merasa happy (senang-red) kualitas hidupnya turun,” ujarnya.

“Ini mengapa kita gaungkan hidup lansia yang berkualitas, tidak hanya panjang umur tapi kualitasnya juga harus baik. Di sinilah fungsi kognisi itu sangat penting, sehingga kalau kognitif harapannya bagus maka kualitas hidupnya bagus. Sebaliknya kalau fungsi kognisinya turun, dia akan memberikan penderitaan bagi yang bersangkutan kemudian memberikan beban kepada keluarga dan negara,” sambungnya.

Banyak di antara usia lanjut (lansia) tersebut, fungsi kognitif terganggu. Keluarga yang tidak mampu merawat, akan memasukkan para lansia ini ke panti jompo ataupun werda yang sudah disediakan masyarakat.

Untuk itu penting bagi RSUD Dr. Moewardi untuk memberikan literasi terhadap alzheimer untuk mencegah hal ini terjadi. Melalui deteksi dini, harapannya dapat mencegah terjadinya progresifitas sehingga usia harapan hidup di Indonesia bertambah panjang.

“Memang biasanya dilakukan secara terpadu, kita ada poli lansia namanya Poli Geriarti, poli usia lanjut. Itu yang biasanya untuk poli di atas 60 tahun dengan berbagai penyakit termasuk gangguan kognitif. Kemudian ada juga poli psikiatri gangguan mental, gangguan perilaku alzheimer atau kepikunan, dan ada poli syaraf,” terangnya.

Pihaknya berharap melalui peringatan Hari Alzheimer Sedunia ini, pencanangan Solo ‘Kota Ramah Lansia’ pada 2030 dapat terwujud melalui dukungan dan pemahaman masyarakat dan stakeholder terkait.

Ia menilai Solo Kota Ramah Lansia sangatlah penting. Di massa itu, secara bersama-sama, Pemkot Solo dan stakeholder akan mengusahakan para lansia dapat hidup mandiri dengan didukung oleh pemberian fasilitas kesehatan yang mudah, termasuk  transportasi publik dan bangunan yang aman dan kamar mandi untuk disabilitas atau mereka yang dengan alat bantu.

“Masyarakat juga memberikan rasa hormat dan respect (peduli-red) kepada usia lanjut sehingga mereka tidak terlantar. Pemahaman usia lanjut masyarakat komunitas warga Solo terhadap usia lanjut itu dan bagaiamana memperlakukannya itu sesuatu yang menjadi bagian penting dari Kota Ramah Lansia,” tukasnya.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani yang hadir dalam kesempatan itu memberikan apresiasi terhadap RSUD Dr. Moewardi atas terselenggaranya peringatan Hari Alzheimer Sedunia 2025.

“Sebagaimana kita ketahui alzheimer bukan hanya sekadar gangguan ingatan. Ini adalah penyakit neuro generatif yang secara perlahan menggerus jati diri seseorang. Namun demikian melalui pengetahuan yang tepat dukungan yang memadai dan kepedulian yang tulus para penyintas alzheimer tetap hidup dengan bermartabat dan penuh dengan kasih sayang,” ujarnya.

“Maka atas kerjasama dengan Pemkot Solo saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada komunitas Alzhi Soloraya yang selama ini konsisten mengedukasi dan mendampingi para keluarga penyintas alzheimer serta kepada RSUD Dr. Moewardi Solo yang turut mendukung gerakan ini dengan kapasitas dan kompetisinya di bidang medis,” sambungnya.

Pemkot Solo berkomitmen untuk terus memperkuat layanan lansia serta mendorong edukasi publik tentang kesehatan otak dan memperluas kolaborasi lintas sektor agar semakin banyak warga yang sadar dan peduli terhadap alzheimer serta bentuk demensia lainnya.

Melalui peringatan ini, ia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal alzheimer agar dapat lebih peduli terhadap lansia di sekitar. Pun dengan adanya pencanangan
Solo Kota Ramah Lansia di 2030, ia menegaskan komitmennya untuk membuat semua layanan seperti akses kesehatan, kesempatan untuk berusaha dengan pendampingan keterampilan untuk para lansia agar menjadi perhatian khusus.

“Kita tentunya akan meminimalisir demensia, alzheimer karena kita ingin lansia Solo tetap sehat bugar ceria bahagia plus sejahtera. Ini adalah tanggung jawab kita bersama kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kampanye yang kita kuatkan di tahun ini ialah kenali demensia, kenali alzheimer dan sayang orangtua,” tandasnya.