SOLO, Metta NEWS – Pemerintah mengeluarkan aturan baru terkait penanganan Covid-19 khususnya aturan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 kedua atau lengkap, sudah tidak perlu menunjukan aktivitas antigen maupun PCR negatif.
“Dalam rangka transisi menuju aktivitas normal, hari ini pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan sebagai berikut, pertama pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukan tes Antigen maupun PCR negatif,” tegas Luhut saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (7/3/2022).
Terkait dengan keputusan pemerintah yang mencabut kewajiban tes antigen dan PCR untuk perjalanan dalam negeri tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen menyampaikan, pemerintah perlu mengkaji serius dan hati-hati terkait dengan proses transisi status pandemi menjadi endemi.
DPR dari Fraksi PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Gus Nabil ini mengatakan di beberapa negara lain, sudah mulai melakukan transisi serta mencabut semua protokol kesehatan, namun konteks Indonesia sangat berbeda.
“Jadi, memang harus ada pertimbangan khusus, misalnya memaksimalkan penerima vaksin booster serta tetap menjaga protokol kesehatan untuk perjalanan,” ujar Gus Nabil.
Gus Nabil mengungkapkan, pemerintah seharusnya mendorong agar proses transisi dari pandemi menuju endemi selesai dan tuntas, baru melonggarkan aturan terkait dengan protokol kesehatan.
“Kita ingin semua kembali normal dengan adaptasi kebiasaan baru. Namun jangan sampai kelonggaran yang ada justru memicu efek negatif baru,” tandasnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini juga menekankan perlu monitor secara detail dan terus menerus untuk memastikan bahwa pelonggaran ini aman.
Gus Nabil menambahkan dengan dicabutnya aturan tes antigen dan PCR ini akan menggairahkan kembali industri transportasi dan pariwisata Indonesia.
“Saya mengapresiasi langkah ini karena membantu meringankan beban warga serta menggairahkan industri transportasi dan pariwisata. Namun, warga juga harus tetap menjaga protokol kesehatan dan tentu memakai masker dalam ruangan, atau dalam kendaraan (maskapai penerbangan, kereta, bus, dan lainnya),” pungkas Gus Nabil.








