SOLO, MettaNEWS – Piala Dunia U-17 telah berakhir. Kawasan Manahan pun kembali dibuka untuk umum setelah masa ekslusif FIFA berkantor di Stadion Manahan Solo berakhir pada Kamis (7/12/2023).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Rini Kusumandari mengatakan khusus untuk Stadion Manahan masih steril dari kegiatan hingga Sabtu (9/12/2023).
“Tanggal 7 Desember kawasan Manahan sudah dibuka kembali. Khusus Stadion Manahan menunggu sampai stock opname barang-barang selesai,” ujar Rini lewat sambungan telepon, Jumat (8/12/2023).
Terkini, pihaknya masih melakukan stock opname barang-barang kebutuhan Piala Dunia U-17 dari Stadion Manahan.
“Stadion Manahan masih steril nunggu sampai tanggal 9. Kalau sudah bersih boleh berkegiatan. Karena masih stok opname barang-barang kami yang ada di dalam, vendornya banyak yang nelum ngambil, deadlinenya tanggal 7 Desember,” ujar Rini.
Bersamaan dengan itu, empat lapangan pendamping yakni Blulukan Karanganyar, Banyuanyar, Sriwaru, Stadion Sriwedari dan Kota Barat juga telah dibuka untuk kegiatan.
“Besok kalau sudah buka kawasan, kalau di lapangan pendamping tanggal 7 sudah bisa dipakai,” kata dia.
Setelah masa stock opname selesai, masyarakat kembali diizinkan beraktivitas di kawasan Stadion Manahan.
“Kegiatan olahraga di luar nunggu situasi dan kondisi kalau sudah mulai bersih stock opname selesai baru boleh. Kami stock opname barang-barang kami dulu, baru mulai Selasa ini,” terangnya.
Terdekat Stadion Manahan akan kembali digunakan untuk kegiatan keolahragaan seperti Liga 1. Meski Piala Dunia U-17 sudah berakhir, perawatan rumput di Stadion Manahan sesuai standar FIFA masih berlanjut.
“Perawatan yang dilakukan seperti yang rutin biasa rumput, nggak ada yang spesifik, semua kembali normal seperti biasa,” tukasnya.








