Biaya Perawatan Rumput Stadion dan Lapangan Pendamping Bekas Piala Dunia U-17 Mahal

oleh
Rumput
Kondisi Stadion Manahan Solo usai gelaran Piala Dunia U-17 berkahir, Jumat (8/12/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Meski Piala Dunia U-17 2023 telah berakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tetap melanjutkan perawatan rumput di stadion dan pendamping.

Di Solo, FIFA menggunakan 2 stadion dan 3 lapangan pendamping untuk pertandingan maupun latihan yakni Stadion Manahan, Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Lapangan Banyuanyar dan Lapangan Sriwaru.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Rini Kusumandari mengatakan biaya perawatan rumput menggunakan dana APBD.

“Perawatan rumput memang mahal, pupuk, tenaga perawatan, mesinnya mahal. Di Solo perawatan intensif sama seperti sebelum Piala Dunia U17 kita rutinkan sampai dengan ada FIFA. (Anggaran) perawatan APBD, kalau nggak cukup kita mintakan diperubahan,” ujar Rini saat dihubungi Mettanews.id lewat sambungan telepon, Jumat (8/12/2023).

Sesuai standar FIFA, penyiraman rumput dioptimalkan hingga 3 kali sehari. Selain itu pemupukan rumput juga menyesuaikan dengan standar FIFA.

“Pada saat penyiraman kalau yang waktu sebelum Piala Dunia penyiramannya itu hanya 2 kali sehari saat Piala Dunia 3 kali sehari. Yang membedakan itu sekarang sudah kembali ke rutinitas,” terangnya.

“Kami sudah punya SOP untuk perawatan sesuai dengan standar FIFA soal penyiraman kita lihat situasi karena pada saat itu musim kemarau 3 kali. Untuk standar pupuk perawatan kita sudah jadikan pedoman sekarang kita mengikuti punyanya FIFA,” tambahnya.