SOLO, MettaNEWS – Mochammad Mierza Firjatullah, penyerang Timnas Indonesia U-17, terjatuh ke parit pembatas sedalam sekitar tiga meter saat merayakan gol ke gawang Tajikistan pada laga Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Selasa (12/8) malam.
Meski mengalami insiden, kondisi fisik Mierza dinyatakan aman oleh tim pelatih dan medis.
“Kondisinya baik, hanya kram saja. Semua pemain dalam kondisi baik,” jelas Nova memastikan kondisi Mierza.
Gol pertama Mierza tercipta lewat sundulan pada menit ke-34 memanfaatkan umpan silang Fadly Alberto. Setelah mencetak gol, ia berlari menuju tribun selatan dan melompati pagar pembatas. Tanpa disadari, terdapat parit yang tidak terlihat dari lapangan.
Akibatnya, pemain Persik Kediri tersebut terjatuh ke dalam parit. Steward yang berada di dekat lokasi segera memberikan pertolongan.
Mierza kemudian kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan hingga babak pertama selesai sebelum digantikan pada awal babak kedua. Pertandingan berakhir imbang 2-2.
Setelah Indonesia unggul lewat gol Mierza, Tajikistan menyamakan skor melalui Zarif Zarif. Fadly Alberto kembali membawa Garuda Muda unggul, akan tetapi gol Ashuralizoda di menit ke-89 memaksa skor akhir tetap imbang.
Nova Arianto mengingatkan para pemain untuk melakukan selebrasi gol dengan cara yang lebih aman demi menghindari resiko cedera.
Regulasi FIFA Soal Zona Aman Stadion
Insiden ini juga menyoroti pentingnya penerapan regulasi keamanan stadion. Dalam FIFA Stadium Guidelines (Bagian 5.3 Pitch dimensions and surrounding areas) disebutkan:
“For smaller stadiums, FIFA recommends a total distance of four metres behind each goal line and three metres beyond each touchline … before the placement of perimeter advertising boards.”
Artinya, stadion diwajibkan memiliki buffer zone atau zona aman minimal tiga meter di sisi lapangan yang harus rata, bebas dari rintangan seperti parit, serta tidak tertutup benda yang menghalangi pandangan, termasuk spanduk.
Keberadaan parit dekat pagar pembatas yang tertutup spanduk, seperti di Stadion Utama Sumatera Utara, berpotensi membahayakan pemain dan tidak sejalan dengan pedoman FIFA.
Evaluasi desain dan penataan ulang zona aman sangat diperlukan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. (Mohamad Adib Rifai/ KMM Sastra Indonesia FIB UNS)








