SOLO,MettaNEWS –Kebakaran menghanguskan sebuah bengkel las di Jalan Radjiman 220, Panularan, Kecamatan Laweyan Solo, Senin 927/11/2023) pagi. Kebakaran terjadi saat bengkel masih tutup. Beruntung, kesigapan tim Damkar Kota Solo berhasil menguasai api dengan cepat.
Kasie Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo, Suratman kepada wartawan menyebut pihaknya menerima laporan 07.30, dan dalam waktu lima menit mobil pertama dari Pos Gading sudah sampai lokasi. Kira-kira sekitar satu jam kemudian tim sudah berhasil menjinakkan api.
“Tadi kami kerahkan 6 unit mobil pemadam, dengan 15 petugas. Kami merasa perlu kekuatan agak lebih, mengingat kiri kanan lokasi kebakaran ada rumah-rumah yang satu sama lain nyaris tak berjarak,” ucapnya.
Mengenai penyebab kejadian, Suratman menyebut masih dalam penyelidikan. Yang pasti, pukul 7.15 bengkel masih tutup, warga dan beberapa karyawan yang hendak bekerja, melihat asap muncul dari bagian belakang bengkel
Sementara itu, pemilik bengkel, Heru Santoso (62) mengatakan, saat kejadian kebakaran dirinya mendapatkan kabar kebakaran dari salah satu karyawan yang menunggu bengkel.
“Saya belum datang, ada karyawan yang nunggu harian mengabarkan ada kebakaran,” ujar Heru.
Api menurut Heru berasal dari ruang di belakang yang selama ini berfungsi sebagai tempat penitipan barang.
“Bakul wedang nitip barang di belakang. Kemungkinan gas bocor bukan dari las tapi dari gas. Kalau sore ada bakul wedang jualan,” ujarnya.
Saat api mulai nampak, para karyawan belum datang ke bengkel las.
“Belum sampai kita bekerja keadaan masih kosong baru 7 seperempat,” ungkapnya.
“Kelihatan yang bocor dari tabung gas. Bukan perangkat las, karena ini las listrik. Tidak menimbulkan bahaya kebakaran,” ujarnya.
Dari kejadian tersebut, Heru merugi sekitar Rp 100 juta. Selain bangunan yang rusak, peralatan las dan peralatan lainnya turut terbakar.







