Potensi Ekspor, BP Batam Beri Kemudahan Pelaku UMKM Daerah Berinvestasi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Solo dan Sukoharjo memiliki potensi ekspor yang cukup besar.

Melihat potensi ekspor ini Badan Pengusahaan (BP) BatamĀ  mengundang para pelaku UMKM ini untuk berinvestasi di daerah perdagangan bebas yang sangat dekat dengan Singapura itu.

Kepala Kantor Perwakilan Badan Pengusahaan (BP) Batam Jakarta, Purnomo Andiantono, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ‘Membangun Ekspor Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional’ di The Soga Eatery Solo, Sabtu (4/11/2023).

Selain Purnomo Andiantono, kegiatan yang merupakan inisiasi BP Batam dan Bale Rakyat Aria Bima tersebut juga menghadirkan narasumber Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima dan lainnya.

Andiantono menyampaikan mengenai tata cara ekspor produk dan tips serta trik ekspor kepada para pelaku UMKM.

Ia juga menceritakan adanya kemudahan yang dapat pelaku UMKM peroleh yang berencana menanamkan modalnya di Batam.

“Saya berharap kemudahan-kemudahan yang kita sampaikan ini akan berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa peluang berinvestasi di Batam cukup mudah dilakukan.

“Kita mengundang para investor untuk datang ke Batam. Peluang berinvestasi cukup mudah. Karena di sana merupakan daerah Free Trade Zone (FTZ) ya,” tambahnya.

Di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam, lanjut dia, ada banyak kemudahan. Termasuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pembebasan bea masuk, dan insentif lainnya. Semua kemudahan ini telah menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di Batam.

“Sekarang ini banyak investor, banyak produksinya yang kemudian akan diekspor dan mendatangkan devisa. Ini yang kita harapkan sehingga peningkatan ekspor secara nasional menjadi meningkat,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima yang hadir secara virtual mendorong pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan ekspor untuk produk unggulannya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan asal Solo ini mengatakan pihaknya melalui pemerintah akan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM yang ingin naik kelas dan go international. Untuk mendorong hal tersebut, selain memberikan pemahaman terkait pengemasan dan penggunaan media sosial, juga dibutuhkan kemudahan-kemudahan yang harus diberikan oleh pemerintah kepada UMKM.

“Mereka ini kita pacu untuk mempunyai semangat dan kemampuan ekspor. Kita ingin kontribusi UMKM yang saat ini hanya sekitar 14 persen dari ekspor kita. Target peningkatan ekspor UMKM itu bisa masuk ke sekitar 16-20 persen. Dengan cara berkolaborasi terutama dengan pemerintah,” ujarnya.

Yang harus pemerintah lakukan, lanjut Aria Bima utamanya adalah dengan adanya insentif kepada para pelaku UMKM yang mampu menembus pasar global.

“Pemerintah harus mulai berkolaborasi sebagai stakeholder untuk mendukung ekspor pelaku UMKM ini,” pungkasnya.