SOLO, MettaNEWS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surakarta memasuki babak baru kepengurusan.
Anggota DPR RI Aria Bima ditunjuk sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, dengan Rheo Yuliana Fernandes — putra mantan Ketua DPC PDI P Solo FX Hadi Rudyatmo—sebagai Sekretaris.
Dihubungi lewat telepon, Rheo Fernandes, menyampaikan bahwa kepengurusan kali ini diisi sejumlah nama baru sebagai representasi wajah modern partai di tingkat kota.
“Ada beberapa nama baru. Kita tetap memakai nama-nama baru karena kepengurusan Kota Surakarta menjadi wajah modern,” ujar Rheo, Selasa (30/12/2025)
Rheo menuturkan arah kepemimpinan Aria Bima, PDI Perjuangan Solo dibawa menjadi partai yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menyasar pemilih muda menjelang Pemilu 2029.
“PDI Perjuangan Solo dibawa ke partai yang lebih modern. Calon pemilih 2029 prioritasnya Gen Z. Kita juga akan terus mengikuti dinamika Kota Solo dan berkoordinasi mencari solusi terbaik untuk kota ini,” katanya.
Rheo menegaskan, target utama kepengurusan baru adalah meningkatkan kembali perolehan kursi legislatif serta merebut kembali posisi kepala daerah yang sebelumnya dikuasai PDI Perjuangan.
“Untuk mengembalikan PDI Perjuangan yang masih di legislatif, kita akan bertarung untuk peningkatan. Ke depan, kepala daerah juga akan kita maksimalkan untuk kembali lagi dari PDI Perjuangan,” tegasnya.
Terkait dinamika internal yang sempat muncul saat penunjukan Aria Bima sebagai Ketua DPC, Rheo menepis adanya penolakan dari kader. Ia menyebut proses tersebut hanya berupa permintaan waktu untuk koordinasi.
“Sebetulnya bukan penolakan. Kami hanya meminta waktu untuk berembug dan berkoordinasi. Pak Aria Bima juga belum sempat berpikir kalau menjadi Ketua DPC, jadi bukan penolakan,” jelasnya.
Menurut Rheo, setelah dilakukan komunikasi dan kompromi antara DPD dan DPC, jumlah pengurus DPC diperluas dari yang biasanya 15 orang menjadi 21 orang agar seluruh potensi kader di Kota Solo dapat terakomodasi.
“Ini melihat kondisi Kota Solo, supaya semuanya bisa terakomodir. Target yang diberikan DPP, DPD, dan pengurus DPC yang baru hampir sama, yakni peningkatan legislatif dan merebut kembali kepala daerah,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, PDI Perjuangan Solo akan mengikuti agenda Rakernas pada 10 Januari, dilanjutkan dengan Rakerda. Saat ini, para pengurus sudah diminta menyusun program berkelanjutan hingga ke tingkat PAC, ranting, dan anak ranting.
“Setelah Rakernas dan Rakerda, kita akan lebih intensif. Program-program sudah mulai disiapkan dari sekarang,” ungkap Rheo.
Rheo juga menyampaikan pesan dari FX Hadi Rudyatmo yang sejalan dengan arahan Aria Bima agar soliditas partai tetap dijaga.
“Pesan Pak Rudy, PDI Perjuangan harus kita jaga dan kita kembalikan seperti dulu. Meningkatkan legislatif, merebut kembali kepala daerah, dan tetap solid, kompak, bekerja sama untuk Indonesia ke depan,” katanya.
Terkait kader yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai Ketua DPC, Rheo menyebut hampir semuanya masuk dalam struktur kepengurusan baru, kecuali Teguh.
“Kemarin yang daftar dan tidak masuk hanya Pak Teguh. Yang lain masuk semua. Itu karena kelapangan dada dan kelegowoan Pak Teguh,” pungkasnya.







