Tentara ‘Sambal’ Viral di TikTok, Sering Habiskan Sambal di Warung

oleh
oleh
Serka Angga Aris Priyana, anggota TNI AU yang viral karena hobi melahap sambal | MettaNews/KKL Univet

DERASNYA hujan yang mengguyur Kota Solo tak menyurutkan niat Angga Aris Priyana untuk pergi ke warung bakso yang berada di Kecamatan Banjarsari. Anggota TNI AU ini memiliki hobi unik yakni makan sambal dalam porsi banyak.

Angga, sapaan akrabnya saat ini bertugas di pangkalan Lanud Adi Sumarmo bagian kebutuhuan logistik. Mempunyai hobi yang unik, saat ini Angga banyak dikenal oleh masyarakat melalui videonya yang sempat viral di dunia maya.

Pria berusia 30 tahun ini memiliki hobi makan makanan pedas sejak masih belia. Hobi tersebut bahkan membuatnya gemar kulineran sejak masih duduk dibangku SMP.

Berawal dari kesukaannya makan pedas yang diunggahnya ke salah satu platform, TikTok. Angga menjadi konten kreator food vlogger Boyolali yang terkenal.

Menganggapnya hanya sebagai mimpi belaka, ia tidak menyangka bisa menjadi konten kreator viral. Baginya, menjadi konten kreator food vlogger adalah sebuah ketidakmungkinan. Kesukaannya menonton video food vlogger lah yang akhirnya membuat dia terinspirasi untuk membuat video yang sama.

“Iseng-iseng pulang kantor bikin video pas makan dengan sambal banyak. Pikir saya, saya sudah makan, sudah pedes-pedes gitu sekalian aja diposting. Sekalian sebagai dokumentasi pribadi saja. Nggak ngerti kalau ternyata bisa viral,” tutur Angga saat ditemui di Bakso Petra Keprabon, Jumat (28/01/2022).

Uniknya, dengan hobi makan sambal banyak tersebut tidak membuatnya mengalami gangguan kesehatan. Angga mengaku justru ia pernah mengalami gangguan kesehatan saat minum teh jati Cina. Teh yang mampu membersihkan usus besar sekaligus obat gangguan pencernaan ini pernah membuat kesehatannya terganggu.

“Cuma saya itu kena gangguan kesehatan kalau saya mengkonsumi daun teh jati Cina. Itu kan untuk menguras perut kita. Jadi ya mungkin karena saya kan hobi makan sambal. Kalau untuk makan sambel sampai sekarang nggak ada gangguan,” ujarnya.

Tidak ada kekhawatiran khusus mengenai gangguan kesehatan yang dapat mengintai karena hobinya tersebut. Kekhawatiran justru muncul dari netizen atau penonton TikTok yang memberinya peringatan jika makan sambal berlebihan bisa menyebabkan sakit. Namun ternyata Angga memiliki tips khusus agar terhindar dari masalah yang satu ini. Mengonsumsi air mineral sebanyak 2 liter setelah makan sambal menjadi tips andalannya selama ini.

Angga mengaku mi instan adalah menu favorit yang paling pas dimakan dengan sambal. Dalam sekali makan, ia bisa menghabiskan sebanyak 30 cabai.

“Terkadang saya potong-potong, kadang utuhan dan sering saya tambahi dengan bawang merah, bawang putih itu masih murni begitu. Masih utuhan begitu saya masukin, jadi kalau makan mi instan goreng itu bisa jadi mi rebus kalau saya,” kata Angga.

Angga yang merupakan penyuka sambal terasi ini mengaku pernah memakan cabai terpedas di Bandung. Dengan jumlah 10 buah cabai besar mampu ia habiskan dalam satu waktu.

Setiap makan ke warung atau rumah makan, Angga selalu menghabiskan sambal yang tersedia diatas meja. Tidak tanggung-tanggung, ia mampu menghabiskan satu wadah sambal dalam sekali makan. Sekalipun harga cabai sedang mahal, namun tidak ada masalah akan hal itu. Pemilik warung mengaku tidak takut rugi dalam berjualan karena mereka berprinsip jika dalam berjualan harus berani untung dan rugi.

“Saya selalu bilang dengan pemiliknya boleh atau tidak sambalnya saya habiskan. Harus meminta izin terlebih dahulu. Pemilik warungnya tidak masalah. Selama ini setiap kali saya ke warung bakso atau soto, para penjual tidak pernah marah. Justru sewaktu saya kesitu malah disediakan. Saat cabai mahal ada yang berkomentar kasihan pedagang karena cabai sedang mahal. Harga baksonya hanya 10 ribu tapi makan cabainya sampai beribu-ribu. Kan sambalnya lebih mahal daripada baksonya. Kalau memang warungnya itu merasa keberatan maka saya akan membayar lebih. Saya selalu memberi tip,” tandasnya.

Bagi Angga, cabai merupakan penggugah selera makan dan juga pengganti kafein. Berawal saat ia berpergian jauh, mengonsumi cabai bisa membuatnya tetap terjaga. Baginya daripada terlalu banyak mengkonsumsi kopi lebih baik melahap cabai karena dari alam masih alami.

“Saya nyetir sendiri misal pergi ke Jakarta, Bandung atau Jakarta Jogja itu saya selalu dibawakan bekal istri tahu Sumedang dengan porsi cabai yang tidak hanya 10 biji. Jadi lebih banyak cabainya daripada tahunya. Satu tahu bisa 10 cabai biar saat makan bisa tetap fresh. Makan tanpa sambal itu adalah kehampaan, kalau bahasa Jawanya anyep,” ujar Angga.

Pria asal Yogyakarta ini pernah mendapatkan juara 2 dalam perlombaan mukbang. Hal ini membuatnya bersemangat dalam membuat konten. Meskipun pernah terbentur dengan rasa patah semangat karena dihujat netizen. Tidak sedikit netizen yang mempertanyakan mengapa Angga sampai sebegitunya agar terkenal. Namun semangatnya hanya satu, jika ia dihujat yang terpenting ia tidak merugikan orang lain dan tetap semangat.

Mendapat tanggapan positif dari rekan kerjanya. Angga mengaku seniornya sempat merasa heran dengan hobinya yang gemar memakan sambal banyak. Rekan kerja Angga berpikir ada yang berbeda dari lambungnya karena kebal terhadap cabai.

Masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuatnya berkeinginan untuk membantu UMKM yang ada di daerah, contohnya di Solo melalui konten makannya.

“Kalau kita lihat di warung-warung itu bisa pesan lewat online atau segala macam. Jadi saya membantu dengan bersama-sama kita tingkatkan UMKM daerah,” ungkap Angga.

Terinspirasi dari Farida Nurhan, seorang food vlogger yang tidak pernah malu dengan apa yang pernah terjadi dalam kehidupannya. Angga melihat dari perjuangannya hingga saat ini bisa membeli barang dari harga biasa hingga harga super.

“Semoga saya bisa menjai food vlogger sama seperti idola saya Farida Nurhan. Semoga ada tawaran untuk collab dengan selebgram terutama Farida Nurhan,” tutupnya. (Mg4, Mg1)