SOLO, Metta NEWS – Setelah sempat mengalami penurunan harga secara signifikan dan kembali ke harga eceran normal, ketersediaan minyak goreng di pasaran Solo kembali langka. Hasil pantauan mettanews.id di Pasar Legi, Jumat (04/02/2022) hampir semua pedagang sembako tidak mempunyai stok minyak goreng.
Salah seorang pedagang di Pasar Legi Awan Widiantomo mengungkapkan hari ini kiosnya tidak mempunyai stok minyak goreng sama sekali karena sudah habis sejak Kamis kemarin.
“Barangnya ga ada, sejak kemarin sudah habis tempat saya. Sebenarnya harganya sudah normal. Saya jual eceran 1 liter sekitar 15-16 ribu,” ujarnya ketika ditemui di kios lantai 2 AH 46 Pasar Legi.
Awan menyebut untuk mendapatkan pasokan dagangan minyak juga tidak mudah. Selain dibatasi jatah pedagang ia dan pedagang yang lain harus antri hampir seharian untuk membeli stok minyak di distributor.
“Terakhir kemarin saya antri dari jam 8 pagi sampai 4 sore, itupun dibatasi hanya boleh maksimal 5 karton untuk pedagang kecil seperti saya. Terakhir kemarin dapat 5 karton, dari kemarin sudah habis. Begitu datang langsung dibeli orang,” tandasnya.
Ia mengatakan stok yang tersedia di distributor juga masih terbatas hanya ada ukuran 1 literan, sedangkan untuk kemasan 2 liter masih kosong.
“Ambil dari distributor itu Rp162.000,- per karton, jual 15 ribu itu mepet sekali. Dari distributor itu dibatasi katanya dibagi-bagi ke banyak pedagang,” keluh Awan.
Awan mengaku setiap hari pasti ada banyak konsumen yang mencari minyak goreng mengingat minyak goreng adalah salah satu kebutuhan pokok dalam rumah tangga.
“Konsumen jelas banyak yang nyari. Biasanya kalau saya dapat 5 karton yang 2 karton saya ecer, sisanya biasanya untuk bakul-bakul. Kalau normal stok 5 karton minyak itu habisnya 2-3 hari, kalau sekarang begitu datang belum ada setengah hari sudah habis,” terangnya.
Seorang penjual yang lain, Wanti (48 tahun) juga mengungkapkan hal yang sama, bahkan sudah seminggu ini kios tempatnya bekerja tidak menjual minyak goreng.
“Sudah dari Senin kemarin ga datang kiriman minyak gorengnya. Saya pernah antri lama tetap ga dapat juga. Kami biasanya dapat jatah 5 sampai 10 karton ukuran 1 literan,” ungkap Wanti.
Wanti juga mengaku banyak pembeli yang kecewa karena tidak mendapati stok minyak goreng di kios-kios Pasar Legi.
“Dalam sehari itu pembeli banyak yang tanya, ya mau gimana lagi, katanya dari produsen minyak gorengnya ga datang, katanya kosong,” kata Wanti.
Sementara itu, ditemui di kantornya, Jumat (04/02/2022), Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Heru Sunardi menjelaskan pihaknya sudah memantau langsung dan juga mendapat laporan dari pedagang soal kelangkaan minyak goreng.
“Ya memang minyak goreng saat ini sulit dicari. Pemasoknya kesini hanya mendapatkan jatah tertentu yang langsung dibagi untuk semua pedagang di Solo. kemarin hanya dapat 18 ribu liter, itu sudah habis dibagikan untuk pedagang pedagang di pasar,” papar Heru.
Heru mengatakan pada Senin pekan depan Pemerintah Kota akan mengadakan rapat untuk mencari jalan keluar dari kelangkaan minyak goreng ini.
“Intinya kami akan koordinasi dengan Bulog, karena Bulog ini salah satu lembaga yang dipercaya untuk penugasan terkait minyak goreng. Karena saat ini kita tanya Bulog juga belum pasti jawabannya,” tandas Heru.
Heru memberikan bocoran rapat koordinasi nanti akan merapatkan barisan dengan tugas masing-masing supaya suplay minyak goreng di Solo terpenuhi serta tetap menjaga kestabilan harga.
“Ini tata niaganya yang masih bingung sebenarnya yang ngedrop itu siapa, antri dari jam 8 sampai jam 4 sore, cuma barangnya itu sulit intinya saat ini kalau butuh banyak setiap saat tidak bisa terpenuhi, yang menjadi kendala kan itu,” pungkasnya.







