SOLO, MettaNEWS – Polresta Surakarta mengerahkan sejumlah personel dan 7 unit water canon untuk membantu memadamkan kebakaran di Tempat Tembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo yang terjadi sejak Sabtu (16/9/2023).
Mobil-mobil water canon yang biasa digunakan untuk menghalau pengunjuk rasa dengan semburan air itu milik Polresta, Polres Karanganyar dan Sukoharjo, serta milik Brimob Polda Jateng.
Hingga Minggu (17/9) pagi, upaya pemadaman terus berlangsung. Belasan unit Pemadam Kebakaran dari Kota Solo dan sekitarnya, terus hilir mudik di TPA yang berlokasi di Mojosongo, Kecamatan Jebres itu.
Pemadaman tak berhenti sepanjang Sabtu malam. Puluhan relawan kemanusiaan juga tampak hadir dengan seragam masing-masing. Untuk mendukung logistik, Tagana Dinas Sosial pun membuka dapur umum di lokasi.
Kepala Markas PMI Kota Solo, Budi Purwanto menambahkan, pihaknya mengirimkan 4 unit truk tangki untuk memasok air ke truk-truk pemadam kebakaran. Pasokan itu perlu supaya unit pemadam konsen di lokasi dan tidak harus mondar mandir mencari air.
“Selain itu kami juga telah membagikan 600 masker untuk warga di RW 30 Mojosongo, meminimalkan risiko gangguan kesehatan yang timbul dari kebakaran,” jelasnya.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi menyebut, pihaknya menerima laporan dari Satpam Putri Cempo. Kebakaran terjadi di Blok B, Sabtu siang pukul 13.00.
“Ada tambahaninformasi juga ini baru bisa padam sepekan, kalau tidak ada hujan. Karena itu kita kerahkan semua upaya. Api harus terkendali supaya tidak merambat luas. Bisa membahayakan permukiman, yang jelas sekarang polusi asapnya sudah cukup menganggu,” ujarnya.
Selain Kapolresta, pejabat lain yang juga tampak di lokasi adalah Wakil Wali Kota Teguh Prakosa dan Wakapolresta AKBP Catur Cahyono Wibowo.








