SOLO, MettaNEWS – Penggunaan helikopter untuk metode water bombing akan terus digunakan hingga kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo padam sepenuhnya.
Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan proses pemadaman dinyatakan selesai apabila sudah tidak adanya asap yang mengepul di gunungan sampah TPA Putri Cempo.
Gunungan sampah TPA Putri Cempo Solo terbakar selama empat hari lamanya. Terhitung sejak kemunculan api pertama di Blok B sisi timur pada Sabtu (16/9/2023) api masih membara hingga Selasa (19/9/2023).
Selama empat hari kebakaran tim gabungan yang terdiri dari petugas Damkar, Polres wilayah Solo dan sekitarnya, BPBD terus berjibaku memadamkan api menggunakan metode darat.
Hasilnya kebakaran yang sebelumnya mencakup hampir seluruh gunung sampah di Blok B hanya menyisakan titik api di sisi utara dan timur.
Metode pemadaman api manual kemudian diganti menggunakan metode water bombing berkapasitas 3000-4000 liter dalam sekali angkut. Menggunakan air yang diambil dari aliran sungai Bengawan Solo, upaya ini dinilai efektif padamkan api.
Bergas mengatakan, penggunaan metode water bombing sesuai dengan permintaan dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melalui SK tanggap darurat selama 1 minggu. Pelaksanaan disesuaikan dengan hasil atau titik-titik api telah mati.
“Tidak harus cepat yang penting ini berjalan terus, mau diambil air berapa kali pun kalau belum padam lanjut hari berikutnya,” katanya saat diwawancarai di TPA Putri Cempo, Selasa (19/9/2023) siang.
Bergas menjelaskan, meskipun titik api dinilai telah padam, bekas tumpukan sampah yang terbakar harus tetap basah. Hal ini dilakukan agar api yang telah menembus ke dalam tumpukan sampah tidak kembali membakar ke permukaan. Mengingat cuaca ekstrem yang terjadi di musim kemarau saat ini sampah di TPA mudah terbakar.
“Sekalipun sudah padam ini wajib dipelihara atau dibuat basah sampai asapnya hilang. Selama sudah tidak ada asap dan tidak bisa dijangkau dengan metode darat maka water bombing masih akan digelontorkan terus,” katanya.
Selain TPA Putri Cempo, BPBD Jateng mencatat ada tiga kebarakan yang terjadi di TPA wilayah Jawa Tengah per 1 September 2023. Di antaranya TPA Penujah dan TPA Muarareja Kabupaten Tegal dan TPA Jatibarang Semarang.
“Kabupaten Tegal, Pemalang tidak pakai water bombing. Yang pakai Semarang sama Solo karena ada satu sisi yang tidak mudah dijangkau. Kalau antisipasi kebakaran TPA kabupaten kota minta yang mengelola terus melakukan pembasahan biat nggak terjadi hal seperti ini,” tandasnya.







