SD N II Plesungan Karanganyar Terdampak Asap, Gibran Minta Maaf

oleh
oleh

KARANGANYAR, MettaNEWS – Dampak asap kebakaran TPA Putri Cempo mengarah ke Kabupaten Karanganyar. Senin (18/9/2023) kemarin sebanyak 43 siswa SDN II Plesungan Gondangrejo Karanganyar pulang lebih awal.

Untuk kondisi tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming meminta maaf pada warga ataupun instansi yang terdampak asap Putri Cempo.

“Kita selesaikan hari ini. Sekali lagi saya mohon maaf. Terutama untuk warga Karanganyar, warga Plesungan. Kemarin saya puteri semua. Saya minta maaf. Dinas-dinas sudah koordinasi terutama dinas pendidikan. Yang SD di ringroad aman. Karrna anginnya ke Karanganyar.  Saya mohon maaf sekali lagi untuk warga Karanganyar yang terdampak,” tegas Gibran di Balai Kota, Selasa (19/9/2023).

Gibran menyampaikan update terakhir water bombing sudah jalan ke Solo pagi ini.

“Water bombing pagi ini sudah jalan dari Malang. Yang tahu detailnya Pak Niko BPBD ya. Moga-moga hari ini kalau sudah di water nombing selesai semua ya,” ujarnya.

Gibran menyebut antisipasi kejadian serupa dengan menambah hidrant pada banyak titik di Putri Cempo.

“TPA Putri Cempo masuk 17 titik prioritas pembangunan Kota Solo. Kita akan pengadaan hidrant dan sumber-sumber air yang baru. Kebakafan ini terjadi hampir semua TPA. Sekali lagi saya minta maaf,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN II Plesungan Marino menyampaikan mulanya kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa. Namun lantaran ada asap yang berembus dari Putri Cempo ternyata mengganggu kegiatan belajar.

“Anak-anak masuk rutin seperti biasa. Tapi karena ada asap tebal tidak mungkin mengadakan dan kegiatan belajar mengajar,” kata Marino.

Meskipun pulang awal, Marino menjelaskan guru tetap memberikan tugas pada siswa dan wali murid.

“Sebelum siswa kami pulangkan kami komunikasi dengan pengawas dan korwil. Setelah mendapat izin anak-anak kita pulangkan awal. Kemudian bapak dan ibu guru memberikan tugas untuk anak-anak kerjakan,” ujarnya.

Marino mengungkapkan belum tahu kondisi paparan asap ini akan berlangsung berapa lama. Melihat angin yang bertiup membawa asap ke daerah Karanganyar.

“Ini kondisional apabila nanti keadaan memungkinkan untuk kegiatan belajar ya masuk sekolah lagi.  Tapi kalau belum mungkin nanti kita koordinasikan dengan atasan, baik dari korwil maupun dinas,” tukasnya.

Memulangkan anak untuk belajar di rumah menurut Marino dengan mempertimbangkan faktor kesehatan mereka.

“Faktor kesehatan menjadi pertimbangan siswa belajar di rumah. Karena kemarin waktu pagi asap belum masuk sekolahan. Sekira pukul 07.00 an itu asapnya masuk. Lebih parah lagi asap semakin tebal. Sehingga tidak memungkinkan belajar memgajar dalam kelas,” pungkasnya.