PKB Solo Belum Tahu Kepastian Koalisi Perubahan Gandeng Cak Imin, PKB Merah Pasrah Kebijakan Partai

oleh
oleh
PKB Merah
PKB Merah, saat menyuarakan penolakan rencana koalisi PKB dengan PKS di Solo, Rabu (15/6/2022) | MettaNews/Ari Kristyono

SOLO, MettaNEWS – Koalisi Perubahan tiba-tiba memasangkan Capres Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Cawapres. Perkembangan mendadak ini belum mendapat respons dari DPC PKB Solo.

“Itu masih berita di media massa. Kami belum menerima informasi apa pun dari pusat. Meski begitu, tentu kami akan bersikap, siang nanti ada rapat di Semarang,” ujar Ketua DPC PKB Solo, Chamim Irfani, Jumat (1/9/2023).

Chamim menolak memberikan pendapat atau sikap pribadi. Dia minta massa PKB dan semua pihak di Solo menunggu hasil rapat.

Baca Juga: PKB Merah Lahir dari Akar Rumput untuk Serukan Tolak Koalisi dengan PKS

Sementara itu, PKB Merah yang setahun lalu lahir di Solo, mengatakan akan mengikuti apa pun garis kebijakan partai.

Deklarator PKB Merah, Budi Susanto melalu pesan seluler menyebut, singkatnya dalam situasi konstelasi politik hari ini. Semua elemen partai baik struktural maupun relawan tegak lurus pada keputusan partai.

Setahun lalu, Susanto mendeklarasikan, serta menyebut PKB Merah sebagai elemen akar rumput. Representasi massa loyal PKB dari Solo, Madiun, Jakarta, Semarang, Klaten, Karanganyar dan Garut.

Saat itu, Susanto menyampaikan harapan agar dalam Pemilihan Presiden 2024, PKB berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

PKB Merah Dulu Tolak Koalisi dengan PKS

“Lebih cocok jika PKB berkoalisi dengan partai berhaluan nasionalis seperti PDI Perjuangan. Bahkan kalau bisa juga merangkul partai nasionalis lain seperti Gerindra dan PSI,” tuturnya.

Selain menyarankan berkoalisi dengan partai nasionalis, PKB Merah menolak jika PKB menjalin koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Kalau dilihat, bukan hanya di pusat. Di daerah pun kader dan struktur PKB lebih banyak berkoalisinya dengan partai-partai nasionalis. Sebut saja paduan religius nalionalis atau nasionalis religius. Kemungkinan berhasilnya tujuan koalisi lebih besar jika dengan mereka, secara rasa pun lebih nyaman,” imbuhnya.

Alasan menolak PKS, menurut Budi Susanto, karena PKB dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama yang sudah jelas dalam sikap bernegara.

Baca Juga: Dipingit PKB Tak Boleh Banyak Bicara Pilpres, Cak Imin Beri Isyarat Takut Kepancing

“Sebut saja Pancasila sebagai azas tunggal. Itu sudah jelas. Sedangkan di sana, hal-hal seperti ini masih menjadi dinamika. Kami mendukung pencalonan Gus Muhaimin, siap memenangkan partai, yang penting jangan berkoalisi dengan PKS,” tandasnya.

Sekadar untuk diketahui, Koalisi Perubahan terdiri dari Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat. Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh kemarin menyebut menerima PKB bergabung dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres. Dinamika ini berakibat Partai Demokrat merasa terkhianati, dan muncul berbagai reaksi. Meski partai secara resmi belum bersikap, namun telah terjadi aksi masif mencopot baliho Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono.