Kelainan Jantung Bawaan Membuat Joni Tersengal-sengal saat Beraktivitas Ringan

oleh
oleh
Joni Hang, kelainan jantung bawaan
Joni Hang (13) bersama Ketua Panti Asuhan Anak Seribu Pulau, Daniel Sugeng Adi Suprapto | MettaNews/Ari Kristyono

SOLO, MettaNEWS – Perjaka kecil itu tampak ringkih. Punggungnya tak lurus, wajah sedikit pucat. Sisa penderitaan panjang masih terlihat dari kuku-kuku jemari yang melebar dan sedikit berwarna gelap. Tapi, Joni Hang alias Amen (13) pagi itu bisa tersenyum. Tetralogy of Fallot (kelainan jantung bawaan) tak lagi menyiksanya.

“Saya sekarang tidak mudah capek,” ucapnya kepada MettaNews dengan suara lirih, Rabu (30/8/2023). Senyumnya mengembang, dari bibir yang sejak lama sering membiru tapi kini tampak merah normal.

Joni Hang, anak asuh di Panti Asuhan Anak Seribu Pulau, di Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Dia baru saja selesai menjalani serangkaian pengobatan dan operasi jantung selama sebulan di Amrita Hospital, India.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp 31 Triliun, Operasi Pasang Ring Jantung Bisa di 514 Kabupaten/Kota

Daniel Sugeng Adi Suprapto, pimpinan PA Anak Seribu Pulau menuturkan, orang tua Joni berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka menitipkan Joni sejak 2021 dalam kondisi kesehatan yang tidak baik.

“Joni, sering sesak napas, bergerak sedikit kelelahan. Bibirnya seringkali berwarna biru, juga ini kuku-kuku jari tangan dan kaki melebar. Karena faktor ekonomi orang tuanya tidak bisa membawanya berobat,” terang Daniel.

Dengan kondisi seperti itu, Daniel membawa Joni ke beberapa dokter, dan mendapatkan diagnosis si bocah mengidap Tetralogy of Fallot. Kelainan jantung bawaan, yang jika tidak segera berobat akan berakibat fatal.

Kelainan Jantung Bawaan, Joni Terbang ke India

Jarang pengidap Tetralogy of Fallot bisa bertahan hingga usia dewasa. Seperti yang terjadi pada Joni Hang, aktivitas ringan seperti berjalan kaki ke sekolah pun bisa membuatnya tersengal-sengal dan lelah luar biasa.

Berbagai upaya pengumpulan dana bagi Joni, melibatkan beberapa pihak termasuk MettaCare Solo dan Kita Bisa. Namun, akhirnya Joni mendapat bantuan dari Little Heart Foundation, yayasan nirlaba di Surabaya yang bergerak menangani anak-anak pengidap kelainan jantung bawaan.

Daniel mengisahkan, Joni bersama orang tuanya, 2 Agustus lalu terbang ke Kochi, Kerala, India untuk melakukan pengobatan di Amrita Hospital. Di sana dia mendapatkan pengobatan dan operasi untuk menyebuhkan kelainan jantung bawaan yang dia alami sejak lahir. Ke depan, dia juga ingin skoliolis (tulang punggung bengkok) Joni pun mendapat penanganan.

Baca Juga: Sakit-sakitan Sejak Kecil, Istri Widji Thukul Idap Penyakit Jantung dan Gula hingga Satu Kaki Diamputasi

“Baru kemarin dia kembali, jadi proses penyembuhan di India sebulan penuh. Nanti masih ada pemeriksaan lanjutan, bisa di rumah sakit di Solo,” tuturnya.

Daniel bersama Komisaris Utama MettaCare, Sumartono Hadinoto menyampaikan pesan ke masyarakat tentang penanganan kelainan jantung bawaan.

“Kasus seperti ini sangat mengganggu. Jika ada warga tak mampu yang memerlukan bantuan, bisa menghubungi Little Heart Foundation. Kami tidak bisa menjamin pasti dibantu, tetapi ini alamat yang tepat untuk masalah kelainan jantung bawaan,” ujar Sumartono Hadinoto.