SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Masa Ta’aruf (Masta) penyambutan mahasiswa baru 2023. Senin (21/8/2023) bertempat di edutorium, Masta UMS gelombang 2 ini melibatkan 3.011 mahasiswa.
Ikut hadir dalam Masta UMS gelombang 2 beberapa mahasiswa asing yang mengenakan pakaian khas negaranya. Dengan membawa bendera merah putih dan bendera negaranya masing-masing.
Ketua Masta PMB 2023, drg., Ana Riolina, MPH., mengungkapkan mahasiswa asing yang studi di UMS berpartisipasi dengan mengisi acara paduan suara.
“Masta UMS gelombang 2 tampil paduan suara mahasiswa saat mengisi acara. Dengan membawakan lagu Heal the World. Ikut menyanyikan bersama dengan perwakilan mahasiswa asing dan seluruh mahasiswa baru UMS,” ungkap Ana.
Salah seorang mahasiswa asing dari Yaman, Ali Abdulraoof Taha Al-Maktari yang mengmabil kuliah S2 Pasca sarjana jurusan Teknik Kimia, mengungkapkan rasa syukurnya. Karena dapat bergabung dan mengikuti penerimaan MABA di Edutorium UMS
“Saya diminta menjadi MC acara, dan kegiatan ini sangat seru. Di sini mahasiswa asing juga berpartisipasi, ada orang Indonesia yang menari. Selain itu ada makanan juga, enak semua luar biasa,” ungkap mahasiswa Program Magister Teknik Kimia itu.
Ali menyampaikan, Master of Ceremony pada Masta PMB UMS menggunakan tiga Bahasa. Ali menyebut hal ini supaya mahasiswa asing yang tidak bisa bahasa inggris dan bahasa Indonesia yang dari Arab juga bisa memahami acara ini.
“Alhamdulillah, acara ini sangat sukses dan Insya Allah akan ada banyak keseruan pada tahun depan,” tuturnya.
Menandai Masta PMB 2023 gelombang 2 dengan penyematan tanda peserta dan pemakaian jas almamater kepada 3 mahasiswa asing. Yakni dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Ekonomi Pembangunan. Serta 9 mahasiswa baru perwakilan masing-masing fakultas.
Grand Opening ini, merupakan awalan dari rangkaian kegiatan Masta PMB yang akan berlanjut dengan kegiatan Masta Universitaria secara luring di Gedung Edutorium. Masta Universitaria melalui Open Learning, Masta IMM dan Fakultaria.
Dalam kesempatan itu, Rektor UMS, Prof., Sofyan Anif, M.Si., mengawali sambutannya dengan menyemarakkan yel-yel UMS dengan tagline “Mencerahkan, Unggul, Mendunia”.
“Nanti ada mahasiswa yang berasal dari Eropa, Rusia, dan beberapa negara di Eropa lainnya. Dulu mahasiswa asing di dominasi Asia Tenggara, sekarang sudah mencakup Asia, Afrika, Eropa dan negara-negara lainnya,” paparnya.
Prof., Sofyan menyampaikan bahwa UMS menjadi Perguruan Tinggi Islam nomor 3 di dunia. Urutan pertama Kairo, kemudian Iran, dan ketiga adalah Universitas Muhammadiyah Surakarta.
“Saya rasa nanti mahasiswa di kampus tidak hanya komunitas mahasiswa Indonesia, tetapi mereka juga dapat berinteraksi dengan mahasiswa luar negeri, dan inilah kelebihan UMS, sehingga mendapat sebutan mendunia,” tegas Prof. Sofyan.







