Pesta Kembang Api 11 Menit Tutup Pawai Pembangunan di Balai Kota Solo, Warga Luar Daerah Dibuat Melongo

oleh
Pesta kembang api
Pesta kembang api 11 menit tutup pawai pembangunan di Balai Kota Solo, Jumat (18/8/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pawai pembangunan Kota Solo ditutup dengan pesta kembang api selama 11 menit di Balai Kota Solo, Jumat (18/8/2023) malam.

Penyalaan kembang api ini dilakukan pukul 19.42 WIB dengan dipimpin Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa. Dalam waktu 11 menit, langit Balai Kota Solo tampak indah.

Ribuan pasang mata pun dibuat kagum. Mereka terus bersorak ketika kembang api terus menerus memancarkan cahaya warna warni dengan berbagai bentuk seperti air mancur, roket, strobe atau payung terbalik, glitter, pohon palem, kincir api hingga bunga dandelion yang mekar.

Pemandangan indah ini bahkan bisa disaksikan dari kejauhan mengingat kembang api yang dinyalakan jumlahnya sangat spektakuler dan menyala secara berderet-deret.

Keindahan kembang api ini membuat warga Klaten, Syeliana Indah (22) takjub.

“Penutupannya sih bagus ya ada kembang apinya. Tahun lalu kan nggak ada ya pawai pembangunan pakai kembang api. Waktunya juga lama kayak kembang api Imlek,” ujar Syeliana.

Adanya pesta kembang api di penghujung pawai pembangunan ini menjadi hiburan bagi warga Solo dan sekitarnya. Maka tak ayal jika banyak warga yang menonton.

“Bagus menurut saya saya juga antusias nonton ya. Sebelumnya dapat info dari sosial medianya Solo kalau nanti penutupannya ada kembang api. Jadi langsung aja ke Solo, sampainya habis maghrib di sini nungguin,” kata dia.

Syeliana kerap datang ke Solo untuk menyaksikan event-event. Menurutnya Kota Solo sangat menarik untuk dikunjungi.

“Kembang api di Balai Kota Solo sudah 3 kali

Karena kan acaranya sangat menarik kalau di Kota Solo. Memang bagus-bagus makanya suka ke Solo datang ke sini bareng keluarga ibu adik,” ujar Syeliana.

Meski bukan warga Solo, Syeliana mengakui bahwa di tangan Gibran, perubahan kota ini kian menakjubkan. Baik dari sisi pembangunan maupun event.

“Dipimpin Mas Gibran si baik banyak kemajuan banyak event-event besar juga Solo jadi lebih maju dikenal dimana-mana. Misal keluar kota dari Solo oh yang ada ininya ya. Jadi punya ciri khas tersendiri bagus lah,” terangnya.

“Kota-kota lainnya semoga bisa meniru Solo karena dari pembangunan bagus event-event juga bagus. Dari sini kan rakyatnya juga senang bisa membuka perekonomian juga,” tambahnya.

Tak hanya warga luar daerah yang kagum dengan pesta kembang api ini. Warga Jebres Solo, Daniel Yugusta pun mengaku sangat terkesan.

“Mengesankan kali pertama ada kembang api di perayaan hari Kemerdekaan Indonesia di Solo ya. Sangat meriah banyak warga yang datang dari ujung ke ujung. Ya harapannya tahun depan ada lagi, karena bisa jadi wisata baru bagi warga Solo,” ujar Daniel.

Penutupan pawai pembangunan dengan pesta kembang api ini bisa jadi obat lelah setelah mengikuti serangkaian acara sejak sore hari. Ia berharap acara serupa akan digelar di HUT RI tahun-tahun selanjutnya.

“Ini tadi juga sangat lama spektakuler, cukup mengobati tadi ikut karnaval dari jauh terus ditutup dengan kembang api, sangat memuaskan,” pungkasnya.