Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polresta Solo Datangi Sekolah Ubah Budaya Lalu Lintas 

oleh
Tekan Angka Kecelakaan
Kasat Lantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan saat mengajar tertib berlalu lintas di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhlotul Jannah, Pucang Sawit, Jebres Senin (17/7/2023) | Dok: Polresta Solo

SOLO, MettaNEWS – Tekan angka kecelakaan dan meningkatkan patuh dalam berlalu lintas Satlantas Polresta Solo Go to school untuk ubah budaya dari generasi muda Senin (17/7/2023).

Program bertajuk “Satu Hari Satu Kebaikan” mendapatkan respons positif saat Kasat Lantas Polresta Solo mengajar para siswa.

Sebelumnya kepolisian telah mengajarkan SMA Al Abidin Boarding School (ABBS), Banyuanyar, Banjarsari pada Jumat (14/7/2023) lalu. Dan kali ini di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhlotul Jannah, Pucang Sawit, Jebres Senin (17/7/2023).

Sebanyak 500 siswa di SMA ABBS dan 200 santri di Ponpes Roudlotul Jannah mengikuti kegiatan pembelajaran tata tertib berlalu lintas dan cara aman berkendara tersebut.

Kasat Lantas Polresta Surakarta, Kompol Agung Yudiawan menjelaskan, kepada para siswa bahwa saat ini sedang berlangsung Operasi Patuh Candi 2023 mulai tanggal 10 hingga 23 Juli 2023.

“Dari Operasi Patuh Candi 2023 ini, dengan harapan adanya perubahan budaya, perilaku masyarakat dalam berlalulintas. Yang awalnya tidak patuh dan tertib berubah menjadi budaya tertib dan patuh berlalu lintas,” ungkap Kompol Agung (17/7/2023).

Selain itu personel menyampaikan bahwa kecelakaaan lalu lintas dengan korban fatalitas kebanyakan berasal dari usia produktif antara 15-30 tahun ke bawah.

“Untuk itu pelajar agar selalu tertib dalam berlalu lintas dan mematuhi rambu lalu lintas. Salah satunya tidak melawan arus, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengenakan helm sesuai ketentuan,” imbuh Agung.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, peran serta guru dan masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Untuk memberikan imbauan kepada para siswa terkait perilaku berkendara di jalan raya.

Para siswa juga sangat antusias memberikan pertayaan terkait pelanggaran-pelanggaran yang sering terjadi. Di antaranya menerobos lampu traffic light atau bangjo, melanggar marka, melawan arus, knalpot brong. Hingga alur membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Tentu tujuan utamanya adalah tekan angka pelanggaran dan menurunkan kecelakaan di wilayah Solo, terutama kalangan pelajar,” ungkap Agung.

Sementara itu, salah satunya pengelola Ponpes Roudlotul Jannah, Eko Prasetyo memberikan respon positif terkait dengan kegiatan mengajar ini.

“Kegiatan Kasat Lantas Mengajar ini sangat bermanfaat bagi santri-santri kami. Karena memberikan pengetahuan dan wawasan bagi para santri untuk berkendara tertib berlalu lintas,” ucap Eko Prasetyo.