SOLO, MettaNEWS – Pada saat perayaan Waisak 2567 BE, umat Budha Kota Solo akan memasang patung Budha tidur sepanjang 3 meter di Plaza Balai Kota Solo.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Waisak 2023, Metasiri Sutrisno saat bertemu dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo.
“Acaranya nanti di depan Plaza kita akan pasang patung Budha tidur sepanjang kurang lebih 3 meter ada stupa, lampion gapura stupa,” ujar Sutrisno beberapa waktu lalu.
Pemasangan patung Budha tidur ini akan berlangsung selama satu bulan lebih. Sedangkan untuk Hari Suci Waisak akan jatuh pada 4 Juni 2023.
“Pemasangannya nanti mulai tanggal 29 Mei sampai 24 Juni, ini yang pertama di Balai Kota,” terang Sutrisno.
Rangkaian Hari Raya Umat Budha di Solo
Sutrisno dan umat Budha ngin membuktikan bahwa dinobatkannya Kota Solo sebagai kota toleransi nomor 4 di Indonesia bukanlah isapan jempol belaka.
“Apalagi Kota Solo kan nomor empat kota toleransi bukan hanya wacana tapi kita membuktikan ada kerukunan di situ. Meskipun kita beda jenis untuk perayaan Waisak tahun ini kami mengatasnamakan untuk seluruh umat Budha Solo,” ujar dia.
Maka dengan keberagaman umat yang saling menujukkan toleransinya di hadapan publik ini dapat membuat masyarakat hidup dengan perdamaian.
“Harapannya seperti harapan Pemerintah Kota Solo dan pak wali juga kita akan mebuktikan bahwa dengan perbedaan bukan jadi permasalahan,” katanya.
“Tapi dengan perbedaan itu menunjukkan bahwa kita satu kesatuan,” sambung dia.
Pada tanggal 24 Juni, umat Budha akan melakukan tradisi Pindapata. Tradisi ini memiliki makna sebuah persembahan atau pemberian makan kepada sang biksu, yang sudah memberikan berkatnya kepada umatnya.
“Acara tepatnya tanggal 24 Juni Pindapata secara umum para biksu melakukan Pindapata berjalan. Nanti umat memberikan sedekah. Kita koordinasi dengan pemerintah untuk acara ini,” terangnya.
Pihaknya mempersilakan umat Budha dari mana saja untuk datang ke Solo ikut merayakan Hari Suci Waisak ini.
“Acara khusus Solo, nanti umat yang berdatangan bisa juga kita mengundang dari umat luar. Tanggal 24 Juni aka nada Damasanti puncak acaranya di sini,” pungkasnya.







