SOLO, MettaNEWS – Pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 membawa banyak dampak, termasuk hilangnya peluang bisnis suvenir Piala Dunia U-20. Seperti yang dialami Sanggar Wayang Gogon Solo. Sanggar ini mendapatkan kepercayaan untuk mendesain suvenir piala dunia offisial khusu kota Solo.
Margono, pemilik Sanggar Wayang Gogon mengungkapkan telah mengajukan pembuatan souvernir piala dunia U-20 ini sejak bulan Februari lalu.
Pihaknya mengirimkan 8 produk wayang dengan tema yang berbeda-beda kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Solo.
” Kami diminta Kepala Dinas Koperasi untuk mengajukan sampel desain suvenir. Namun karena kami belum bisa membuat digital jadi langsung kami buat produk,” ungkap Margono Kamis (30/3/2023).
Ia mengungkapkan sudah mendapatkan revisi terkait desain. Ia menambahkan logo Pemkot Solo hingga FIFA dalam suvenir ofisial Piala Dunia U-20.
“Sudah kami ajukan dan menunggu keputusan. Saat pengumuman batal ini kami sangat terkejut, sedih dan prihatin, rasanya campur aduk begitu,” ungkapnya.
Pembuatan 8 contoh suvenir itu menggunakan bahan asli kulit dan kayu premium. Tambah lagi, pekerjaan mereka lakukan secara manual.
“Kami belum memproduksi secara masal, karena belum dinas belum menentukan mana yang dipakai. Kalau untuk harga yang akan kita jual jujur kami belum menghitung secara terperinci,” jelasnya.
Dari contoh desain Margono mengaku ada beberapa gambar Rajamala, Badak dan icon-icon kota Solo lainnya. 8 produk souvernir yang pihaknya kirim merupakan hiasan meja.
“Saya pasti kecewa ya. Tapi pada umumnya ini adalah keputusan dari dunia. Kita mau enggak mau juga harus menerimanya,” paparnya.
Perhelatan internasional seperti piala dunia U-20 ini membawa dampak yang besar bagi perekonomian masyarakat. Dan pihaknya berharap event-event internasional tetap dapat berlangsung di kota Solo.








