SOLO, MettaNEWS – Pembatalan gelaran Piala Dunia U-20 memiliki sisi negatif dan positif terhadap beberapa aspek, terutama venue perhelatan, hal tersebut yang membuat stadion Manahan dan lapangan pendukung lainnya menjadi lebih apik.
Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo sangat mengapresiasi persiapan Pemkot dalam menyambut gelaran Piala dunia terhadap venue Stadion Manahan.
“Kita lihat bersama bagaimana progresnya. Ini harus kita ancungi jempol. Namun kita harus menghormati apa yang menjadi putusan pusat,” ujarnya
“Memang ada kekecewaan dari publik. Namun sisi positifnya kita punya Stadion Manahan yang sekarang kondisinya lebih apik. Bukan hanya Manahan, tapi Sriwedari, Sriwaru, Kota Barat, Banyuanyar. Ke depan bisa lebih nyaman lagi untuk digunakan untuk event olahraga masyarakat,” lanjutnya.
Budi mengatakan untuk proses renovasi sebagian besar menggunakan dana dari APBN, namun ada beberapa yang menggunakan APBD. Tetapi pihaknya belum mengetahui jumlah banyaknya angaran daerah yang keluar.
“Ada yang pakai APBD, jumlahnya saya kurang tahu. Yang jelas tidak rugi. Karena renovasi ini untuk jangka panjang. Tetap menjadi milik warga Solo untuk berkegiatan kedepan,” papar Budi.
“Sekarang tinggal bagaimana masyarakat bisa ikut merawat aset ini. Jangan sampai sudah capek-capek renovasi, batal Piala Dunia U20, eh malah ada tangan yang merusak. Jangan sampai itu terjadi,” pungkas Budi.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo, Ginda Ferachtriawan menyayangkan event bola kelas internasional ini batal terselenggara. Sebab semua pihak baik pemerintah pusat, daerah, dan lainnya banyak mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga.
“Sekarang tidak jadi pasti kecewa. Sebenarnya kemarin kami berharap ada solusi terbaik bukan hanya sekadar membatalkan. Tapi mudah-mudahan dari pembatalan ini tidak mendapatkan dampak yang terlalu banyak,” jelas Ginda.
Dia menambahkan, memang ada pemakaian APBD tahun 2023 untuk merias Stadion Manahan. Namun Ginda juga kurang mengetahui nominalnya.
“Saya ingat ada beberapa item yang diperbaiki termasuk penambahan lampu, CCTV, tempat wudhu itu saya ingat. Itu dibagi antara APBN dan APBD,” paparnya.







