Stadion Manahan Lanjut Bersolek Meski Batal jadi Venue Piala Dunia U-20 

oleh
FIFA kembali Cek Venue
Pengerjaan di bagian luar stadion Manahan solo Jumat (24/2/2023) | MettaNEWS/ Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Stadion Manahan lanjut bersolek meski Indonesia batal menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2023. Renovasi stadion yang belum 100 persen akan tetap berlangsung.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Rini Kusumandari mengatakan presentase renovasi sudah mencapai 90 persen, yang telah berlangsung sejak Januari 2023.

“Kita sudah menyiapkan venue, terkait pembatalan ini berada berada di FIFA. Kita selesaikan pekerjaan dengan PUPR. Kami mengejar traget yang kemarin. Dan pengerjaan stadion saat ini sudah selesai tinggal nunggu penyulaman rumput,” kata Rini kusumandari, saat MettaNEWS Konfirmasi, Kamis (30/3/2023).

Lebih lanjut Rini menjelaskan alat penyulam rumput dari FIFA sebagai sudah tiba di Stadion Manahan. Namun ada 1 alat yakni penyulaman rumput belum datang dari FIFA.

Rini melanjutkan, selain stadion utama Manahan lima lapangan pendamping yakni, Sriwedari, Banyuanyar, Karangasem, Sriwaru, dan Kottabarat, juga tetap lanjut bersolek hingga selesai.

“Kalau itu tetap baik-baik saja, itu tetap sebagai tempat olahraga. Lanjut seperti semula tunggu pekerjaan hingga selesai, baru penyerahan PUPR ke kami dan kami bisa pinjamkan ke umum,” jelasnya.

Terkait waktu kapan lapangan bisa untuk umum atau kegiatan lainnya. Rini mengatakan karena adanya pembatalan Piala Dunia U-20, maka kemungkinan bisa untuk kegiatan pada April 2023 besok.

“April insyaallah untuk tanggal kami belum bisa memastikan. Kita tunggu pemeriksaan dari PUPR, dan baru penyerahan ke kami. (koordinasi resmi) belum, karena pembatalan piala dunia juga mendadak kemarin,” ungkapnya.

Terkait dengan pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia ini, Rini mengaku sangat merasa sedih lantaran usaha dan kerja keras yang pihaknya kerjakan menjadi lenyap seketika.

“Kami juga semepet nangis waktu pengumumannya. Berharap dan berdoa dari loby kemarin masih diberikan kesempatan. PUPR sudah berusaha, kami runing setiap inspeksi. Kita berusaha namun ini belum rejeki kita,” tukasnya