Cerita Warga Pajang Merelakan Lapangan Jegon Dialihfungsikan Jadi Pasar Darurat

oleh
Lapangan olahraga Jegon
Lapangan olahraga Jegon Jalan Parangkusumo Gentan Baki, Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo berubah jadi pasar darurat Pasar Jongke, Kamis (30/3/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Lapangan olahraga Jegon di Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo dialihfungsikan menjadi pasar darurat pedagang Pasar Jongke.

Pemerintah Kota Solo telah menyulap lapangan berumput tersebut menjadi bangunan pasar semi permanen. Awal April mendatang bangunan ini akan ditempati 1.183 pedagang.

Selama satu tahun mereka akan menggunakan Lapangan Jegon sembari menunggu pembangunan Pasar Jongke selesai. Itu artinya warga tidak bisa menggunakan lapangan ini untuk beraktivitas seperti biasa.

Berubahnya Lapangan Jegon menjadi pasar darurat membuat anak-anak kehilangan lokasi bermain. Hal inilah yang dirasakan seorang ibu dua anak bernama Aslimah (45) warga RT 4 RW 2 Pajang, Laweyan.

Aslimah yang tinggal tak jauh dari Lapangan Jegon menuturkan. Tak sedikit anak-anak yang kini beralih lokasi bermain sejak pembangunan pasar darurat pada awal 2023.

“Sewaktu ada pemberitahuan itu mau nggak mau ya kita mengikuti prosedur saja. Sebenarnya sangat menyayangkan lapangan Jegon untuk pasar darurat. Karena anak-anak biasanya main ke lapangan. Sekarang kan sudah nggak bisa,” ujar Aslimah kepada MettaNEWS, Kamis (30/3/2023).

Tidak adanya lapangan lain menjadikan warga kehilangan lokasi untuk beraktivitas. Biasanya lapangan ini digunakan secara bergantian. Pagi harinya digunakan untuk kegiatan olahraga anak sekolah.

Baru pada sore harinya giliran Sekolah Sepak Bola (SSB). Warga juga menggunakan lapangan ini untuk beraktivitas seperti senam.

Terpaksa kini mereka beralih ke luar daerah lain yakni Lapangan Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

“Nggak ada itu cuman satu tok lapangannya. Paling anak-anak kalau kegiatan sekarang larinya ke lapangan Makamhaji nyeberang jalan,” ujar Aslimah.

Lapangan Jegon Lahan Olahraga dan Aktivitas Warga

Lapangan Jegon merupakan lokasi olahraga  para siswa di sekolah sekitarnya. Sebut saja SMPN 9 Solo, SDN Bratan 1, 2 dan 3 maupun TK (Taman Kanak-kanak) sekitarnya.

“Kalau sore anak-anak sepakbola atau lainnya jadi anak-anak lingkup geraknya ya terbatas biasanya bisa buat olahraga. Kegiatan apa warga apa senam ya di situ sekarang sudah nggak bisa,” jelas Aslimah.

Meski demikian, ia juga menyambut baik kabar bahwa Lapangan Jegon akan kembali ke wujud asalnya. Terlebih Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming menjanjikan akan memperbaiki lapangan tersebut.

“Kalau sudah pembangunan sudah selesai mungkin jadi baru lagi ya nggak masalah. Malah senang kalau mau dibikin lapangan lagi dikembalikan ke fungsinya,” ujarnya.

Mau tak mau Aslimah mengikuti prosedur pemerintah. Dengan begitu ia juga melihat manfaat dari adanya pasar darurat di lapangan tersebut.

“Keberadaan pasar darurat ya mungkin bisa bermanfaat untuk masyarakat diuntungkan juga. Dari area yang dekat-dekat itu pasar terdekat kan ya Jongke sama Gentan. Tapi Jongke lebih lengkap dan murah,” terang dia.

Terpisah, warga Pajang Art 6 RW 2 bernama Ngadino (58) berharap pemerintah bisa mengembalikan Lapangan Jegon ke fungsi semula.

“Saya sebagai warga nderek mawon (ikut saja-red) mau gimana lagi namanya orang kecil kan manut. Yang penting untuk warga, setelah pasar ya harus jadi lapangan lagi,” harap Ngadino.

Ngadino belum mengetahui secara jelas keuntungan semacam apa yang bakal ia dapatkan dari adanya pasar darurat.

Terlebih ia tinggal sangat dekat dengan Lapangan Jegon. Hanya terbatas tembok saja Lapangan Jegon tampak jelas dari rumahnya.

“Belum tau keuntungan buat warga apa. Saya juga jualan sayur. Mudah-mudahan tambah ramai, hasilnya lebih baik lebih banyak sebelum ada pasar,” ujar dia.

Secara pribadi, Ngadino tidak terganggu dengan adanya pasar darurat. Ia hanya berharap pembangunan Pasar Jongke berjalan lancar.

“InsyaAllah ndak terganggu kalau saya. Karena itu untuk kebutuhan kelancaran kedepannya. Karena kan kalau pasar lahannya paling luas ini,” tukasnya.