SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaunching pembangunan Griya Samara Asri (GSA). Launching perumahan untuk para dosen dan Tenaga Pendidik (Tendik) UMS berlangsung di area perumahan GSA di Ngargorejo, Boyolali (20/3/2023).
Rektor UMS Prof., Dr., Sofyan Anif, M.Si menyampaikan perumahan ini fokusnya untuk para karyawan UMS. Rektor berharap dengan adanya perumahan murah untuk karyawan ini dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan. Sehingga kinerja para karyawannya secara umum meningkat.
“Sekaligus ini adalah untuk memberikan rasa nyaman kepada teman-teman dosen dan tendik sehingga bisa kerja maksimal,” terangnya.
Dia juga menceritakan perasaan deg-degannya dan susahnya ketika ia belum memiliki rumah pribadi.
“Sepuluh tahun belum punya rumah, belum punya pembantu, harus kos. Setiap akhir tahun deg-degan diusir atau tidak,” ungkap Sofyan Anif.
Selain rumah, kendaraan yang dipakai juga menurutnya kurang memadai, karena untuk menjalankannya harus didorong terlebih dahulu.
Kepala Badan Pengembangan Usaha (BPU) UMS Prof., Dr., Bambang Sumardjoko, M.Pd., menjelaskan perumahan murah meriah ini dengan cara cicilan. Melalui Koperasi AUM Bersinar selama 20 tahun dan hanya memerlukan uang muka sebesar Rp 20 juta.
Dengan area sekitar satu hektare, 25 unit akan berdiri pada lahan Griya Samara Asri. Perumahan ini memiliki dua tipe yaitu tipe A dengan luas bangunan 43.5 dan luas lahan seluas 72 meter dengan harga Rp 296 juta. Sedangkan tipe B, luas bangunan yaitu 54 dengan luas lahan seluas 90 meter dengan harga Rp 355 juta.
Griya Samara Asri Launching 3 Tipe Rumah
Selain untuk dosen dan karywan, masyarakat umum juga boleh untuk memiliki unit di perumahan ini. Dengan kemudahan tersebut, Bambang berharap kepada para karyawan UMS bisa memanfaatkan peluang yang langka ini.
“Sesuai dengan arahan pak rektor, bahwa dosen-dosen baru dan karyawan bisa mengambil kesempatan ini,” katanya.
Proses launching pembangunan GSA dilakukan oleh Rektor UMS dan Komisaris Koperasi AUM Bersinar, Drs., Dahlan Rais, M.Hum. Launching dengan menarik selubung penutup papan baliho pembangunan perumahan GSA.
Direktur Utama AUM Property Muhammad Siam Priyono Nugroho, S.T., M.T mengatakan selepas launching, pembangunan akan langsung berjalan. Pihaknya berharap semua proses pembangunan hanya memakan waktu satu tahun.
Sebagai pemilik ide di balik perumahan GSA, Priyono Nugroho atau yang akrab disapa Yoyon menerangkan bahwa perumahan menghadap arah mata angin. Yakni utara dan selatan sehingga dapat menghindari panas dari matahari terbit dan terbenam.
“Bagusnya lagi semua rumah menghadap utara atau selatan. Jadi supaya tidak panas ya menghadapnya ke arah selatan. Anginnya juga akan bagus,” jelasnya.
Pada rumah tipe B atau besar, tambah Yoyon, terdapat fasilitas yang berbeda dengan tipe A. Yaitu adanya ruang kerja atau online corner. Dasar design online corner ini karena biasanya para dosen ketika mengajar online mencari-cari posisi yang tidak terganggu oleh lalu-lalang orang.
“Jadi itu salah satu yang tidak ditemui atau belum ditemui di desain-desain perumahan manapun. Spesial untuk dosen-dosen dan karyawan UMS,” pungkasnya.







