SOLO, MettaNEWS – Transformasi digital di sektor kesehatan kembali mencatat tonggak baru dengan peluncuran NutriAI Pro, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk profesi ahli gizi. Inovasi ini diperkenalkan melalui webinar bertajuk “Resolusi Gizi Berbasis Teknologi AI” pada Minggu (19/4), yang diikuti lebih dari 250 peserta dari kalangan mahasiswa, praktisi, hingga akademisi.
Dikembangkan oleh PT NutriAI Indonesia Cerdas, NutriAI Pro merupakan pengembangan dari versi awal (Minimum Viable Product/MVP) yang sebelumnya telah digunakan oleh 119 ahli gizi berbayar di berbagai wilayah Indonesia. Kini, platform tersebut hadir dalam bentuk web profesional yang lebih terintegrasi dan siap diadopsi secara luas.
Acara peluncuran dibuka oleh Guru Besar Ilmu Gizi IPB University sekaligus Ketua Dewan Pengawas LAM-PTKes periode 2025-2030, Hardinsyah. Pihaknya menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dalam praktik gizi modern.
“Kehadiran teknologi seperti NutriAI menjadi momentum untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan,” tuturnya.
Sorotan utama juga tertuju pada pendiri NutriAI, Saminur Fauzan, yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia menjelaskan bahwa platform ini lahir dari pengalaman langsung sebagai ahli gizi klinis yang menghadapi tingginya beban administratif.
“NutriAI Pro bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra kerja yang mampu mengubah cara kerja ahli gizi. Dengan teknologi ini, pekerjaan administratif yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” jelasnya.
NutriAI Pro menghadirkan tiga fitur utama, yakni AI NCP Generator, AI Menu Diet, serta sistem manajemen pasien terintegrasi.
“Kehadiran fitur-fitur tersebut memungkinkan pengurangan beban administratif harian yang sebelumnya mencapai 4–5 jam, sehingga tenaga gizi dapat lebih fokus pada pelayanan pasien,” tuturnya.
Peluncuran ini turut mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, seperti International Islamic University Malaysia, PERSAGI, AIPGI, serta Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Sebagai startup health-tech yang berdiri sejak 2025 di Dharmasraya, NutriAI mengusung tagline “Built by Experts, Powered by AI” dengan fokus pada pengembangan AI Workflow Engine untuk profesi gizi.
Dukungan internasional juga mengalir melalui pesan video dari Deepali Sharma serta Ganesh Kathiresan yang menyoroti potensi AI dalam mentransformasi layanan kesehatan, khususnya nutrisi klinis. NutriAI sebelumnya juga tampil dalam ajang global yang digelar di Malaysia bersama tim dari lebih dari 35 negara.
Dalam sesi pemaparan, Mikayla Yazmine Thwayya turut membagikan pengalaman terkait tantangan profesi ahli gizi di lapangan. Ia menekankan bahwa kebutuhan akan solusi digital semakin mendesak di tengah tuntutan layanan yang cepat dan akurat.
Puncak acara ditandai dengan demonstrasi langsung NutriAI Pro oleh tim IT. Platform ini mampu menghasilkan dokumen Nutrition Care Process (NCP) serta menu diet personal dalam hitungan detik—proses yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga 30–45 menit jika dilakukan secara manual.
Peluncuran NutriAI Pro menjadi langkah awal menuju transformasi layanan gizi berbasis teknologi di Indonesia, sekaligus menegaskan kontribusi alumni UMS dalam mendorong inovasi dan kemajuan sektor kesehatan nasional.







