16 Tim E-Sports PUBG Berlaga Pada ICJESS Berebut Tiket Bertanding di Singapura

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Indonesia Esports Association (IESPA) menggelar IESPA Central Java E-Sports Summit (ICJESS).

Grand Final ICJESS Series I berlangsung pada  11 Maret 2023 di Atrium Tentrem Mal Semarang.

Ketua umum IESPA Jawa Tengah, B.R.M Suryo Adhityo Nuswantoro menjelaskan ICJESS merupakan ajang kompetisi E-Sports terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

“Yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas berkompetisi para pegiat olahraga elektronik. Dan untuk membangun hubungan kerjasama antara komunitas E-Sports yang ada di Provinsi Jawa Tengah dengan Komunitas E-Sports yang ada di Asia,” tuturnya.

Game yang di pertandingkan dalam kompetisi ini adalah Player Unknown Battle Ground Mobile (PUBGM).

Bekerjasama dengan komunitas E-Sports Singapore, 16 tim PUBG Mobile memperebutkan 1 tiket untuk menjadi wakil Jawa Tengah pada ajang internasional.

“Pemenang dalam kompetisi ini akan bertanding dalam ajang Friendly Match.  Melawan Team E-Sports yang berasal dari Negara Singapore pada bulan Mei 2023,” jelas Adhtyo.

Pada Penyelenggaraan Series I ini di ikuti oleh 78 tim yang berasal dari seluruh Provinsi Jawa Tengah. Berhasil masuk babak final sebanyak 15 tim dan 1 tim invitation dari Semarang.

“Tim invitation ini merupakan salah satu tim  yang maju ke Pornas E-sport tahun lalu. Juara Porda Jateng E-sport tahun lalu dan wakil Jawa tengah yang tampil di PUBG Mobile Profesional League (PMPL),” ucapnya.

Adhit berharap IESPA Provinsi Jawa Tengah dalam menyelenggarakan kompetisi ini dapat mewujudkan visinya, menjadikan E-Sports Provinsi Jawa Tengah di kenal oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia. Serta terciptanya ekosistem E-Sports yang baik di Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Umum IESPA Nasional R.M. Ibnu Sulistyo Riza Pradipto menambahkan bahwa PUBG E-sports merupakan penyumbang medali emas terbanyak saat SEA Games 2022.

“Cabang E-sports ini juga menorehkan prestasi yang bagus. Tim Indonesia juga pernah meraih juara dunia PUBG Mobile E-sports,” jelasnya.

Riza berharap, perlu menjaga eksistensi E-sport mobile Indonesia. Dengan cara pembinaan seperti IESPA Jawa Tengah.

“Pembinaan ini melalui program-program IESPA Nasional tentunya akan banyak seperti contoh Liga Nasional E-Sports, Kejuaraan antar daerah hingga turnamen sekolah hingga universitas,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini selain memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada para Atlet/pegiat E-Sports di Provinsi Jawa Tengah.

“Juga mengenalkan kepada masyarakat Indonesia maupun masyarakat  Asia bahwa Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi yang besar dalam pengembangan atlet atau egiat E-Sports,” pungkasnya.