Unjuk Ketangkasan, 213 Tim Ramaikan PDCUP E-Sport Competition Mobile Legends Bang Bang

oleh
oleh
E-Sports
SMA Pradita Dirgantara gelar PDCUP E-Sport Competition Mobile Legends Bang Bang | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 213 tim mengikuti ajang PDCUP E-Sport Competition Mobile Legends Bang Bang. Masuk babak final sebanyak 32 tim bertanding langsung di aula SMA Pradita Dirgantara Minggu (18/6/2023). PDCUP E-Sport Competition Mobile Legends Bang Bang memperebutkan juara total hadiah sebesar Rp 40 juta.

Ketua Pelaksana Paskalis Fajar Aprila Murti menjelaskan, seleksi online sudah berlangsung pada 14 hingga 16 Juni 2023. Dari hasil kualifikasi 32 besar tim berlaga hingga penyisihan dan grand final.

“Peserta tingkat SMP dan SMA, dari Jawa Tengah. Kami memilih mengadakan lomba Mobile Legends ini karena melihat salah satu game e-sport yang enggak ada matinya.  Game ini kontinuitas dan stability-nya lebih tinggi daripada game lain,” ujar Paskal.

Paskal menyebut, kegiatan yang bekerja sama dengan IESPA Jawa Tengah ini juga untuk mengapresiasi anak-anak penggemar olahraga ketangkasan ini.

“Kita memfasilitasi pada calon-calon atlet yang berpotensi untuk bertanding di sini. Memberi apresiasi dan wadah untuk pemain e-sports. Jadi harapannya acara ini bisa menjadi jawaban bagi keinginan teman-teman,” ungkapnya.

Direktur Utama dan Pengembangan Sekolah SMA Pradita Dirgantara Kolonel Adm. Ari Presmena Tarigan menjelaskan PDCUP E-Sport Competition Mobile Legends Bang Bang menjadi salah satu kegiatan memperingati HUT 5 tahun sekolah.

“Kita ingin menunjukkan di tahun kelima tadi Dirgantara itu sudah lebih baik dan kita mau menjadikan ini sebagai gif buat pendidikan di Indonesia kita ingin semakin terasa nih efek baiknya,” kata Tarigan.

Ketua Umum IESPA Jawa Tengah BRM Suryo Adhityo menambahkan untuk regenerasi dan penjaringan atlet pihaknya terus menggelar turnamen e-sport.

“Kami ambil mulai dari pelajar SMP, SMA supaya mereka bisa berpartisipasi. Sehingga atlet-atlet terjaring sejak usia dini. Karena umur atlet e sports ini ada batasannya. Sehingga kita harus menjaring sedini mungkin,” ungkap Adhit.

Untuk pembinaan atlet, Adhit menyebut secara rutin memberangkatkan atlet Jawa Tengah untuk turnamen.

“Kami sedang melakukan pemusatan latihan daerah untuk menghadapi Fornas. Beberapa bibit atlet sudah mucul. Dan untuk pertandingan nasional tentu kami kirim atlet yang pengalaman dan jam terbangnya tinggi. Perkembangan tahun ini sangat pesat untuk e-sports karena banyak kegiatan dan turnamen, eksibisi. Harapan kami industrinya juga berkembang tidak hanya turnamen saja,” tandasnya.

Ketua Harian IESPA Jateng, Alam Ganjar Pranowo menyebut IESPA tidak hanya fokus pada pencarian bibit unggul tapi juga untuk karakter development atlet e-sports.

“Kita sangat antusias support di Pradita itu juga salah satu misi kami fokus menghapus kegiatan ini cuma main game. Mayoritas orang tua melihatnya seperti itu. Ini menjadi masukan kita untuk memfasilitasi e-sports,” jelas Alam.

Alam mengatakan IESPA Jateng juga melakukan kerja sama bilateral dengan Singapura. Alam mengatakan IESPA Jateng dalam perjalanan Menyusun program bersama Singapura untuk e-sports development.

“Fokus tidak cuma main game atau prestasi tapi juga membangun kepemudaan dalam konteks e-sports,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut hadir Ketua KADIN Surakarta Ferry S Indrianto yang mengamati potensi e-sports sebagai industri.

“Olahraga dan event kreative ini perlu kita dukung dan terus kembangkan. Dengan lingkup yang lebih luas lagi. Karena nanti berhubungan dengan target kita untuk mencapai long of stay di Kota Solo bisa meningkat,” ujar Ferry.

Ferry melihat antusiasme dan animo pendaftar e-sports ini luar biasa.

“Artinya kita harus menggarap dengan serius. Karena e-sports menjadi satu potensi yang harus kita perhatikan,” pungkasnya.