Tingalan Jumenengan Pertama, Mangkunegara X Dapat Nilai 10 dari Wali Kota Gibran

oleh
oleh
Mangkunegara X
Raja Keraton Surakarta PB XIII bersama prameswari dalem dan putra mahkota Purbaya menghadiri Tingalan Jumenengan Mangkunegara X | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Tingalan Jumenengan pertama, KGPAA Bhre Cokrohutomo Wira Sudjiwo menjadi pemangku adat Mangkunegaran dengan gelar Mangkunegara X. Selama satu tahun memimpin, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming memberikan nilai 10 dari 10 untuk Mangkunegara X.

Gibran menyampaikan hal tersebut usai upacara Tingalan Jumenengan pertama atau peringatan naik takhta Mangkunegara X.

“Bagus, bagus sekali. Nilainya 10 dari 10,” kata Gibran, Rabu (1/3/2023).

Putra sulung Presiden Joko Widodo ini juga mengatakan pembenahan Pura Mangkunegaran sudah berjalan sesuai programnya.

“Ga ada yang perlu ditingkatkan. Sudah bagus semua. Pokoknya saya nunggu perintah kanjeng gusti saja,” katanya lagi.

Pada sambutan Tingalan Jumenengan, KGPAA Mangkunegara X menyampaikan terima kasih atas segala sumbangsih semua pihak yang selalu mendukung Pura Mangkunegaran.

“Segala macam kejadian adalah roda kehidupan. Namun dengan tekat kuat usaha keras serta cinta yang tulus bersama-sama kita menjaga kebudayaan. Sesuai dengan keberlanjutan adalah motivasi bagi kita semua untuk mengembangkan Praja Mangkunegaran,” ungkap Mangkunegara X.

Praja Mangkunegaran menurutnya sebagai suatu induk kebudayaan yang terus berkembang. Dalam membentuk budaya bangsa khususnya budaya Jawa.

“Bagaimana kita dapat menjadikan nilai-nilai budaya untuk menjawab permasalahan yang kita hadapi setiap harinya. Relevansi menjadi yang utama. Bagaimana budaya bisa terus berkembang, agar bisa terus hidup dalam detak jantung dan nafas kita setiap waktunya,” tandasnya.

Tingalan Jumenengan Jaga Praja Mangkunegaran

Sebagai ujung tombak dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan, Mangkunegara X berharap  sebagai kawulo Mangkunegaran terus berpegang pada nilai-nilai para leluhur.

“Jadikanlah sebagai akar untuk berkembang selaras dengan perkembangan zaman. Saya juga berharap para pemuda mengambil peran penting untuk mempelajari kebudayaan kita. Dan menjadi pilar-pilar penyangga Praja Mangkunegara yang berikutnya. Oleh karenanya generasi muda teruslah memperdalam identitas dari kebudayaanmu sendiri,” harapnya.

Menutup sambutan, Gusti Bhre juga mengajak semua generasi untuk terus mau belajar satu sama lain.

“Bagaimana setiap kita bersedia bekerja bersama dan tidak mementingkan diri pribadi. Bagaimana setiap kita berpikir terbuka dan tidak terkekang dalam rutinitas yang nyaman. Dan bagaimana kita mengabdi dengan sebaik-baiknya demi kemajuan untuk nusa dan bangsa,” pungkasnya.