Wali Kota Gibran Dapat Gelar Kanjeng Pangeran Haryo dari Mangkunegara X

oleh
oleh
Kanjeng pangeran haryo Gibran
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mendapat gelar Kanjeng Pangeran Haryo dari Pura Mangkunegaran pada Tingalan Jumenengan pertama Mangkunegara X, Selasa (1/3/2023) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mendapat gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH). Gelar atau kekancingan ini dari Mangkunegara X saat Tingalan Jumenengan pertama yang berlangsung di Pendapa Ageng Mangkunegaran, Rabu (1/3/2023).

Mengenakan beskap Jawi jangkep warna hitam, Gibran menerima gelar tersebut.

Lampiran serat kekancingan dalem setunggal Gibran Rakabuming Raka kawisudan dados Kanjeng Pangeran Haryo, Kanjeng Pangeran Haryo Gibran Rakabuming Raka,” kata pembawa acara dalam upacara wisuda Penganugerahan pangkat dalam rangkaian Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X.

Usai pembacaan Gibran maju bersama beberapa kerabat Mangkunegaran yang juga menerima kenaikan gelar. Gibran menandatangani pemberian gelar tersebut.

“Maturnuwun (terima kasih),” kata.Gibran singkat usai pemberian gelar. Sambil berjalan menuju kereta untuk mengikuti kirab budaya.

Sambil mencari kereta kuda yang akan ditumpanginya, Gibran hanya menjawab singkat perihal penganugerahan gelar tersebut.

“Saya ini hanya menunggu perintah saja. Dari Raja dan dari Gusti Mangku,” katanya lagi.

Gibran melihat selama kepemimpinan Mangkunegara X dalam satu tahun ini, Mangkunegaran terus berbenah.

“Ya harapannya setelah ini ada perbaikan lagi. Tujuannya kan itu,” ujar Gibran.

Putra sulung Presiden Joko Widodo ini juga memberi angka 10 untuk Gusti Mangku.

“Bagus, bagus sekali. Nilainya 10 dari 10,” tandas Gibran.

Gibran juga mengatakan progres pembangunan Mangkunegaran sesuai rencana dan target.

“Ga ada yang perlu ditingkatkan. Sudah bagus semua. Pokoknya saya nunggu perintah kanjeng gusti saja.

Hari sebelumnya Ketua Umum Jumenengan KGPAA Mangkunegara X, Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan ada sekitar 200 abdi dalem pengangkatan atau wisuda.

“Pengangkatan abdi dalem 200-an, lebih utama bagi abdi dalem yang belum mendapat gelar. Ada beberapa tokoh juga yang mendapat gelar,” tutur <span;>Ancillasura.