SEMARANG, MettaNEWS – Tim Asistensi Panitia Pusat akan menggelar rapat koordinasi rencana pengamanan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah dan kegiatan pendukung bersama Polda Jawa Tengah, Polresta Solo dan Polres wilayah Solo dan sekitarnya.
Perwakilan Tim Asistensi Panitia Pusat, Herman Dodi Isdarmadi mengatakan rapat koordinasi Renpam muktamar tersebut merupakan rencana tindak lanjut pertemuan Panitia Penerima Muktamar dan Tim Asistensi Panitia Pusat saat bertemu dengan Karo OPS Polda Jawa Tengah.
“Kami diundang Polda Jateng dan bertemu dengan Pak Karo OPS Polda Jawa tengah, dipertemukan dengan seluruh jajaran karo Ops, ada banyak (personil) tadi. Intinya membahas renpam muktamar November dan kegiatan pendukung,” terang Herman Dodi, Jumat, (7/10/2022).
Ada tiga hal yang menjadi bahasan pokok dalam pertemuan di Mapolda Jawa Tengah itu diantaranya pembentukan pos terpadu, rencana pengamanan kantong parkir dan pengamanan tindak pencopetan.
“Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah tentang pos terpadu rencana-rencana kantong parkir, kemudian hal bersifat pengamanan terhadap tindak-tindak yang jadi ancaman misalnya copet dan bagaimana antisipasinya,” terangnya.
Lebih lanjut, pihaknya rapat teknis renpam muktamar dengan jajaran Polresta/Polres Solo dan akan diikuti Polda Jawa Tengah secara online.
Musyawarah tertinggi Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48 pada 18-20 November 2022 atau bertepatan dengan 23-25 Rabiulakhir 1444 H diprediksi bakal dihadiri 3 juta umat muslim dari segala penjuru Tanah Air.
Adapun lokasi yang digunakan yakni Stadion Manahan Solo untuk pembukaan dan Edutorium UMS di Karangasem. Muktamar ke-48 berdampak baik ke okupansi hotel maupun perekonomian masyarakat. Akibatnya seluruh hotel di Solo dan Karanganyar kecipratan reservasi.
Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sistho A Srestho mengatakan setidaknya 6.900 kamar hotel di Solo telah fullbooked hingga hari ini, Kamis (29/9).
“Hampir semuanya penuh karena yang dipakai sekitar 8 ribu sampai 9 ribu tamu menginap apalagi ada wacana hingga 3 juta pendatang. Dengan angka segitu
seharusnya homestay akan digunakan,” kata Sistho.
Sistho menuturkan sejumlah hotel di Joglo Semar (Jogja, Solo dan Semarang) banyak dimanfaatkan peserta, perwakilan Muhammadiyah per daerah dan penggembira Muktamar ke-48.
“Kemungkinan hotel yang dekat dengan Solo juga akan kecipratan, ada arahan dari Pak Wali Kota Gibran kalau memang ada yang tidak dapat kamar maka beberapa menteri akan lari ke Semarang,” jelasnya.







