SOLO, MettaNEWS – Jembatan sasak di Kampung Beton, Kelurahan Sewu, Solo jadi jalur favorit warga saat Jembatan Jurug A dan B serta Jembatan Mojo ditutup. Jembatan sasak yang berada di atas aliran Sungai Bengawan Solo itu sejak Senin (26/9) lalu alami kepadatan volume kendaraan roda dua.
Jembatan ini dibuat oleh salah seorang warga Gadingan, Sukoharjo bernama Bagong (78). Bagong mengutip tarif Rp 2.000 untuk pengendara yang melewati jembatan sasak.
“Jembatannya beda sama dulu ini dibuat pakai 34 drum. Dikerjakan satu malam saja karena ngoyak waktu harus segera selesai. Ada satu tim yang bantu,” kata Bagong, Rabu (28/9/2022).
Jembatan yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua itu kini memiliki dua sisi. Bagong sengaja menambahnya untuk mengantisipasi kelonjakan volume kendaraan saat 3 jembatan ditutup.
“Ada 20 orang, sebelah sana (arah Gadingan Sukoharjo) 10, sini (arah Kampung Beton Solo) 10. Sudah saya bagi-bagi itu tugase kalau ada sing nggak berani, nolong. Lha terus nanti ada seng mbantu ndorong. Yang nyebrangin juga,” terangnya.
Bermodal Rp 35 juta, kini Bagong bisa kantongi pendapatan sekitar Rp 5 juta per hari. Jembatan sesek buka selama 24 jam penuh itu kini telah dilengkapi CCTV. Bagong juga kerap memantau jembatan miliknya itu.
“Ini semua biayanya hampir Rp 35 juta dari uang pribadi yang setiap tahunnya ya memang harus dibuat. Saya gaji 1 orang mau nggak mau itu Rp 100 ribu 1 hari nonstop. Dari jam 6 pagi sampe jam 6 sore,” bebernya.
Bagong menuturkan ia merupakan generasi penerus pembuat jembatan sesek di Kampung Beton sejak 1972.
“Jembatan sesek ini sudah dari mbah-mbah tinggal nurun, cuma modelnya lain. Sekarang pakainya tong lebih ngirit, lebih nyaman. Nah sekarang kan kemana-mana ditutup, dari pada sedulur bingung cari jalan ya saya bikinke,” katanya.
Bagong mengaku jembatan sasak miliknya mendapat perhatian Pemerintah Kota Solo. Dikatakannya ia kerap mendapat saran dari jajaran kapolsek maupun camat setempat. Terlebih saat ini beban jembatan sasak meningkat sehingga dibutuhkan pengawasan keamanan.
“Pelampung saya kasih 3 sampai 4, terus rompi 5. Kemarin saya masang CCTV sendiri biar bisa mantau. Tapi tarifnya tetap Rp 2 ribu dari dulu nggak naik nggak turun,” terangnya.
Jembatan sasak tahun ini pertama kali dibuat pada pertengahan Agustus 2022 dengan panjang 70 meter. Kini ada dua sisi jembatan yang dapat dilalui pemotor dan pejalan kaki. Ada aturan khusus sejak banyak pemotor yang lewat yakni penumpang yang membawa boncengan harus turun dan jalan kaki agar keseimbangan terjaga.








