SOLO, MettaNEWS – Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) berencana menambah satwa berupa Jerapah bulan Desember mendatang. Selain itu, pihak pengelola juta akan melakukan pemindahan satwa saat revitalisasi berlangsung pada 1 September mendatang. Pemindahan satwa ini merupakan bagian konservasi atau perlindungan dan pemeliharaan satwa ke habitat aslinya.
Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Taman Safari Prigen Pasuruan Jawa Timur dalam proses hibah atau tukar menukar satwa . Diungkapkan Bimo, tempat ini paling memungkinkan untuk memindah satwa lantaran jaraknya yang paling dekat.
“Kami dibantu Taman Safari untuk grand desainnya kan mereka sudah mendesain satwa apa saja yang nambah kurang keluar masuk nanti mereka yang membantu, termasuk teknisnya juga misal mindah gajah nanti tim gajah dari sana bantu ke sini,” kata Bimo kepada MettaNEWS, Rabu (3/8/2022).
Saat ini Taman Jurug memiliki 408 dari 86 spesies populasi satwa. Tak hanya memindahkan satwa, Taman Jurug juga berencana punya satwa baru.
“Desember nanti mohon doa restunya saja nanti proses jerapah bisa, jerapah ini nggak gampang ngangkutnya terus populasinya juga,” bebernya.
Pihaknya akan membeberkan secara pasti konsep Taman Jurug yang baru termasuk adanya satwa tambahan pada grand desain.
Tapi yang jelas grand desain secara total sudah final nanti tinggal pembangunan ini. Ada 3 fase, fase 1 secara garis besar pulau ada 4 minimal untuk primata, kemudian savana, pintu masuk gerbang akses lobby digarap duluan,” terangnya.
Nantinya beberapa satwa Taman Jurug akan dilepas liarkan. Tujuannya agar satwa dapat mudah berkembang biak. Pihaknya menilai cara ini merupakan wujud keberhasilan suatu taman satwa.
“Lutung Jawa, orang utan Kalimantan. Itu nanti rencananya pas peletakan batu pertama pas peremajaan Taman Satwa Taru Jurug, itu nanti pelepasliarannya sekalian. Pelepasliaran ini program lama, kasihan kalo satwanya nggak dilepasliarkan nanti tidak bisa menemukan jodoh dan berkembang biak,” bebernya.
Pihaknya menyerahkan pengembalian satwa ini ke pihak konservasi. Satu pasang lutung dan dua ekor anak ini rencananya akan dipindahkan sebelum tanggal 17 Agustus.
“Yang lutung Jawa nanti ke Jawa Timur lalu yang Kalimantan dikembalikan ke habitatnya di Kalimantan, nanti sudah tanggung jawabnya kementrian, kami hanya menyerahkan saja.”
Selama proses revitalisasi fase 1, Taman Jurug belum ditutup secara total hingga 1 September mendatang.
“Per 1 September, mundur, karena kita masih proses jalan terus sama agar tidak menganggu itu membangun proses pembangunan pulau,” tutupnya.







