Lalu Lintas Mulai Ditutup Agustus, Begini Mekanisme Perbaikan Jembatan Mojo

oleh
Jembatan Mojo yang akan dibangun ulang | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Penutupan sebagian jalan pada Jembatan Mojo akan dilakukan pada bulan Agustus tepatnya pada minggu kedua antara tanggal 8 – 14 Agustus 2022 mendatangkan saat mulai pembongkaran aspal dan pelat beton.

Hal ini disampaikan oleh kontraktor pengerjaan proyek pembangunan PT.Salim Perkasa Const-PT.Karyajati Tata Mandiri,Kso, Agung Ari Widodo dalam jumpa pers di Dinas Perhubungan Kota Solo, Senin (04/7/22). Dia menyampaikan pada pembangunan atau perbaikannya jembatan Mojo tersebut, ia telah menjadwalkan proses pembangunan yang akan pihaknya kerjaan.

“Untuk pertama adalah pemasangan baja struktur stringer jembatan, kemudian pengencangan baut, pengangkatan struktur jembatan, penggantian elastomer jembatan, pembongkaran beton lantai, pemasangan modul pelat baja ortotropik, pemasangan membran bitumen lembaran, pengaspalan marka jalan dan uji respon jembatan,”ujarnya.

Agung mengatakan pada pembongkaran aspal dan pelat beton tersebut akan dilakukan per-bagian, dan selama proses pembangunan masih pemberlakuan 1 lajur untuk kendaraan roda 2. Sedangkan penutupan arus lalu lintas total nantinya akan dilakukan saat pemasangan pelat ortrotopic yang dilakukan satu persatu dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja per item.

“Proyek ini sudah dilakukan pada 21 Juni untuk pemesanan pelat dan pengerjaan pada bulan Agustus, untuk targetnya selesai 4 Desember 2022,”ujar Agung.

Agung juga menegaskan bahwa untuk informasi penutupan total akan disampaikan kembali pada update pembangunan jembatan Mojo berikutnya.

Saat penutupan total semua kendaraan roda 4 atau roda 2 dari arah Bekonang, Sukoharjo dan Baturono, Solo akan dialihkan melewati jembatan Bacem. Sedangkan untuk arah Mojo kendaraan di alihkan ke Bekonang.

“Pekerjaan pembongkaran lantai beton akan dilakukan dengan pembobokan pada kurang lebih setengan jembatan (1 jalur) sebesar 5 meter untuk mengsakomodasi pemasangan 3 segmen panel ortrotopik,”ujar Agung. Setelah area kerja tersebu selesai baru dilakukan penambahan di setengah lebar jembatan berikutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Hari Prihatno di waktu yang sama meminta dalam pemberlakuan 1 jalur tidak hanya menggunakan Water Barier.