Jelang Iduladha, DKPP Solo Giatkan Pemeriksaan Ratusan Sapi Kurban

oleh
DKPP Solo
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Solo melakukan pemeriksaan mulut sapi di tempat penjualan hewan kurban Jl. Sumpah Pemuda Mojosongo, Jebres, Solo, Senin (4/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Jelang Hari Raya Iduladha 1443 H yang jatuh pada Minggu (9/7/2022) mendatang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Solo gencar melakukan pemeriksaan sapi kurban. Kali ini pemeriksaan menyasar ke 170 sapi di tempat penjualan hewan kurban milik Yayasan MTA di Jalan Sumpah Pemuda, Mojosongo, Jebres Solo, Senin (4/7/2022).

Selain melakukan pemeriksaan mulut sapi untuk mengetahui ada tidaknya gejala PMK, DKPP juga melakukan penyemprotan disinfektan menyeluruh ke semua sapi yang ada.

Sektetaris DKPP, Erha Evy Nur Wulandari mengatakan pihaknya telah menyiapakan 60 personel yang terbagi di 5 kecamatan di Solo untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan tempat penjualan, penampungan hewan kurban di masjid-masjid atau tempat penyembelihan hewan kurban sejak H-1 sampai H+3 kurban atau Hari Tasyrik.

“Pemantauan hewan kurban dari DKPP Kota Solo itu sudah menyiapkan 60 orang personel yang terbagi di 5 kecamatan kemudian di hari penyembelihan petugas juga akan melakukan pemeriksaan ke hewan yang masih hidup, daging, maupun produk-produk dari hewan tersebut,” kata Evy kepada MettaNEWS, Senin (4/7/2022).

Terkait dengan fatwa MUI nomor 32 tahun 2022, petugas DKPP telah dibekali pengetahuan tentang PMK untuk melakukan tindakan-tindakan atau persyaratan apabila ditemukan PMK pada hewan kurban.

“Apabila hewan terkena PMK dengan gejala ringan dan hewan tersebut masih mau makan minum dan masih bisa jalan maka sah sebagai hewan kurban. Namun harus disediakan tempat perebusan, nanti kepala, ekor, dan jerohan harus direbus selama 30 menit. Kemudian untuk gejala berat teracak terlepas tidak mau makan menurut fatwa MUI sebagai hewan yang sodakoh bukan tidak sah,” terangnya.

Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi tata cara penyembelihan sapi PMK ke masyarakat ataupun panitia kurban pada hari H Iduladha hingga Hari Tasyrik.

“Tata cara penyembelihan hewan kurban yang kena PMK nanti disembelih paling akhir, yang diutamakan sapi yang sehat, PMK disendirikan atau diisolasi lalu bekasnya harus didisinfektan atau dengan air sabun harus perebusan kepala, kaki jeroan dan ekor selama 30 menit,” ucapnya.

Sebelumnya ditemukan 26 sapi positif PMK di Banjarsari dan Mojosongo. Telah diobati 12 ekor dinyatakan sembuh. Untuk mengantisipasi PMK, sebanyak 61 sapi di Solo telah divaksin oleh DKPP baik hewan kurban maupun ternak lainnya.

“12 ekor sudah sembuh, tidak ada yang dipotong tidak ada yang mati. Sampai hari ini 61 ekor sapi yang divaksin. Belum ada tambahan (100 vaksin). Jadi vaksinasi tidak hanya untuk hewan kurban aja, tetapi untuk hewan yang dipelihara untuk selanjutnya untuk budidaya,” katanya.

Hal ini lantaran tujuan vaksinasi adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut Evy, sapi yang belum divaksin tetap dapat dijadikan hewan kurban, sehingga tak harus menunggu sapi tersebut divaksin untuk dapat disembelih.

“Jadi seminggu sebelumnya nanti akhirnya nanti dipotong (hewan kurban kalau divaksin), saya kira imunitas itu belum meningkat, maka perlu waktu. Untuk hewan potong meskipun ini tidak divaksin, tetap bisa dipotong selama hewan itu sehat. Kalau vaksinasi untuk antisipasi saja untuk hewan agar tidak kena PMK,” jelasnya.

Sasaran utama vaksinasi diutamakan untuk daerah yang positif. Sedangakn per hari ini masih terdapat 14 sapi yang dikarantina dan diobati. Evy menyebut sapi PMK di Solo tidak ada yang meninggal maupun disembelih. Pihaknya juga telah menyiapkan 3 personel pengawasan sapi di TPA Putri Cempo.

“Kita selalu melaksanakan pembinaan, agar dalam pemberian pakan dipisahkan pakan yang hijauan, jadi monggo saja penduduk sana untuk memilah-milah kemudian pakan yang hijauan itu dicuci dulu diberikan ke sapinya,” katanya.

Pemeriksaan dan pemantauan penjualan hewan kurban telah digencarkan sejak 1 Juli mendatang. Rencananya DKPP akan melakukan pemantauan ini hingga H+3 Iduladha. Sementara itu dari hasil pemeriksaan hari ini, 170 sapi tersebut dinyatakan sehat.

“Sampai Hari Tasyrik itu, H+3, kalau mulainya kemarin sudah ada penjualan hewan kurban kita sudah mulai bergerak, jadi mulai tanggal 1 kemarin sudah ada tempat penjualan, tetapi kalau ada wabah PMK itu kira-kira sebulan yang lalu itu. Pasar Ayam Semanggi itu sudah setiap hari diperiksa. Ini baru keliling,” tutupnya.