Mumpung Jembatan Mojo Belum Digarap, Warga Semanggi Jadikan Lokasi Bermain

oleh
Jembatan Mojo
Anak-anak bermain di antara pembatas atau penutup Jembatan Mojo Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Senin (26/9/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Gelak tawa anak-anak Kampung Semanggi Harmoni meninggi di antara pembatas jembatan Mojo. Mereka asyik bermain saat jembatan yang menghubungkan Mojolaban Sukoharjo dengan Solo itu ditutup per hari ini, Senin (26/9/2022).

Sore itu menjadi kali pertama mereka bermain di tengah jalan yang lapang tanpa deru lalu lalang kuda besi. Ada yang bermain bola, sepatu roda hingga masak-masakan sembari berlarian. Sementara para orangtua berada di pinggir jalan memantau sambil berbincang hangat.

Terpantau tak banyak aktivitas pembagunan yang dilakukan pekerja. Hanya ada satu alat berat yang tengah melakukan pengeboran di sisi barat jembatan.

Jembatan Mojo
Anak-anak bermain di Jembatan Mojo Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Senin (26/9/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Beberapa warga juga asyik mengabadikan momen berswafoto di tengah jembatan berlatar sungai Bengawan Solo. Sore itu jembatan Mojo nampak seperti wahana keluarga.

Bermain di lokasi yang tak biasanya, jembatan Mojo jadi tempat yang menyenangkan bagi Sabila (12) dan teman-temannya di kampung Semanggi Harmoni.

“Mainan di sini baru saja, cuma seruan main di sini. Kalau jalan enggak ditutup enggak bisa main. Aku juga nggak bisa main sepatu roda karena jalannya (halaman Semanggi Harmoni) ngronjal-ngronjal (berbatu),” kata bocah kelas 6 sekolah dasar itu.

Sabila menuturkan, area bermain di sekitaran perkampungannya semakin menipis, lantaran kepadatan bangunan. Sehari-hari, ia dan teman-temannya hanya bermain di halaman kantor kelurahan setempat. Ia ingin bermain lagi di jalan sekitaran proyek, selagi masih diizinkan.

Jembatan mojo
Anak-anak bermain di antara pembatas atau penutup Jembatan Mojo Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Senin (26/9/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Tak hanya anak-anak yang bermain di sana, Agus (40) seorang pria paruh baya asal Semanggi juga asyik mengoper bola kesana kemari.

“Ini saya sama anak-anak spontanitas bermain bola. Barusan tadi habis Asyar, tahu-tahu anak-anak sudah ngumpul di sini semua saya ikut saja hanya iseng,” kata Agus.

Bagi Agus, pembangunan jembatan Mojo tak mempengaruhi aktivitasnya.

“Enggak terlalu sering lewat jembatan, aktivitasnya rata-rata ke barat,” tambahnya.

Alasan menggunakan Jembatan Mojo untuk bermain bukan tanpa sebab. Menurutnya anak-anak di Kampung Semanggi Harmoni memang kekurangan lahan bermain. Dengan adanya penutupan jembatan membuat anak-anak merasa terfasilitasi meski hanya sesaat.

“Kalau di sini memang minim lahan bermain. Anak-anak sini kalau bermain di jalan-jalan seperti ini, di gang-gang, ini saya juga sambil mantau anak,” tutupnya.

Penutupan jembatan Mojo dilakukan untuk mempercepat perbaikan. Ditargetkan pembangunan Jembatan Mojo akan selesai pada bulan November dan mulai dibuka kembali pada Desember 2022.