SOLO, MettaNEWS – Era digitalisasi yang penuh tantangan harus dapat dikelola jadi peluang dan kesempatan untuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Unisri Prof Dr Sutardi pada sambutan Dies Natalis ke 42 Unisri, yang diadakan di Auditorium Unisri, Selasa (21/6/2022).
“Digitalisasi tidak bisa dibendung. Era ini penuh tantangan namun juga peluang. Ini kesempatan Unisri untuk menghasilkan lulusan yang tangguh, mumpuni di dunia kerja dan juga mampu menciptakan lapangan kerja untuk dirinya dan masyarakat luas,” jelas Rektor Sutardi.
Pada sidang senat terbuka, Prof Sutardi menjabarkan di usia ke 42 tahun, Unisri juga fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM).
“Saat ini jumlah dosen Unisri mencapai 151 orang. Dari 151 dosen sebanyak 39 dosen atau 26% sudah bergelar doktor. Masih jauh dari harapan untuk meraih akreditasi A atau unggul yang syaratnya minimal harus 50% atau setara 75 dosen bergelar doktor untuk Unisri,” paparnya.
Dengan capaian tersebut, Sutardi mengatakan Unisri mendorong dan memberikan kesempatan bagi dosen utamanya dosen muda untuk meraih gelar doktor.
Pada peringatan Dies Natalis ke 42 Unisri ini, orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Henry Subiakto, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga yang juga menjabat Staf ahli Menteri Kominfo 2007-2022.
Henry menyampaikan fenomena terbaru juga terjadi di era digital sebagai hasil dari dampak teknologi dewasa ini.
“Sekarang masyarakat menjadi semakin mudah terhubung. Dari yang dulu dilakukan secara fisik sekarang dilakukan secara virtual, online dengan menghilangkan batas,” kata Henry.
Orasi ilmiah Prof. Henry juga menjabarkan banyak teknologi yang belum familiar untuk masyarakat awam seperti Kripto, Metaverse, NFT dan inovasi di era Blockchain.
“Perguruan Tinggi seperti Unisri penting memahami perkembangan teknologi blockchain, sehingga bisa ikut melakukan literasi kepada masyarakat. Atau bisa pula mengadopsi ilmu tersebut untuk menjadi bahan kajian dan bahan kuliah mahasiswanya agar lulusan Unisri dapat nilai tambah saat menghadapi masa depan,” pungkas Prof. Henry.







