Digelar Bersamaan dengan HUT Pemkot Solo, SDN Sondakan Persembahkan Projek Pesona Batikku

oleh
Sekolah
Siswa SDN Sondakan membatik dalam projek Sekolah Penggerak pelajar Pancasila Pesona Batik Ku, Kamis (16/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Sekolah Penggerak SDN Sondakan memperkenalkan projek profil pelajar Pancasila bertema Pesona Batik Ku, Kamis (16/6/2022). Digelar bersamaan dengan jatuhnya hari jadi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, pembelajaran berbasis projek ini dirayakan pada akhir semester. Memiliki tema yang berbeda-beda disetiap semesternya, saat ini SDN Sondakan menggunakan tema  kearifan local membatik. Hal ini tak lepas dari pengaruh Kampung Batik Laweyan sebagai ciri khas Kota Solo.

Kepala SDN Sondakan, Prapti Handayani menyebut Sasaran kegiatan ini ialah para siswa kelas 1 dan 4 yang merupakan pilot project Sekolah Penggerak. Sebanyak 168 siswa dari rombel A B dan C ikut mempresentasikan hasil belajar projek Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) Sekolah Penggerak.

“Kita mengajak anak-anak mencintai dan bisa membuat batik karena sekolah kita kan ada di lingkungan kampung batik. Jadi yang kita angkat di situ. Kemudian di semester 2 kewirausahaan, anak-anak menanam bunga talang dan lidah buaya. Dimulai dari dia menanam merawat sampai panen kemudian mengolah jadi nata de lidah buaya, de telang, cendol lidah buaya, ada semua yang ditampilkan di situ,” kata Prapti saat ditemui MettaNEWS, Kamis (16/6/2022).

Nampak para siswa mempresentasikan proses membatik yakni  menyanting batik tulis, menolet warna batik cap, membuat jumputan shibori, dan membuat jumputan smok. Atas pencapaian di setiap siswanya yang telah berhasil mengikuti projek Sekolah Penggerak, pihaknya memberikan piagam penghargaan. Piagaram ini diberikan sebagai bentuk tebar semangat atas keberhasilan  dalam melaksanakan projek selama satu tahun. Tak hanya itu, para siswa juga melenggang memeragakan busana kreasi dari hasil karya batiknya.

“Itu adalah serangkaian project dan yang tadi kami gelar karya ini tadi adalah projek yang selama ini kami jalankan. Kemudian kami tampilkan dari mulai ligt project presentasi hasil karyanya kemudian ada selebration of projectnya banyak yang kita tampilkan,” jelasnya.

Selain tema kearifan lokal, siswa kelas 1 dan 4 SDN Sondakan juga merayakan proyek mereka yang bertemakan kewirausahaan. Pada tema ini, siswa-siswi memanfaatkan hasil kebun yang ada di halaman sekolah, yaitu tanaman lidah buaya dan bunga telang. Kedua hasil kebun tersebut diolah menjadi produk layak jual yang dijajakan di bazar untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa SDN Sondakan.