SOLO, MettaNEWS – Dinas Perhubungan Kota Solo berupaya menertibkan penjualan jasa mainan Car Free day Jalan Slamet Riyadi. Dari dua kali CFD yang baru digelar lagi setelah pandemi Covid-19, penempatan mereka masih kurang teratur, bahkan puluhan di antaranya belum berizin.
Untuk membicaran masalah penataan, Dishub mengundang semua pedagang jasa pada rapat koordinasi, Selasa (31/5/22). Penjual jasa mainan yang dimaksud antara lain odong-odong, penyewaan skuter, dan remote control, melukis, dan lainnya.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo mengatakan, Penataan tempat ini didasari oleh mengumpul nya penjual jasa mainan pada satu titik usai pihaknya memantau lapangan selama SCFD dibuka kembali.
“Kita cek di lapangan 3 kali selama CFD dibuka, dari data kita tersebut ada 63 pedagang sudah memiliki izin, namun yang belum berizin juga ada, ada 23 pedagang,” ungkapnya.
Ari juga menghimbau para pedagang jasa mainan jangan berkumpul pada 1 titik saja karena CFD itu panjang, kesimpulannya banyak lokasi yang kita pindahkan ke segmen yang kosong diantaranya Purwosari – Gendengan.
“Sebenarnya kita petakan, kita arahkan titik-titik nya, tidak boleh berdekatan, jauh dari tempat event, mengisi tempat kosong. Namun untuk yang tanpa izin itu biasanya mereka datang, langsung mencari tempat,” ungkapnya.
Dengan ketidak kondusifnya para penjual jasa mainan tersebut pihak dishub memberikan sosialisasi beserta pengurusan izin bagi pelaku jasa agar dapat beroperasi di CFD.
Dalam kesempatan itu juga pihak dishub membentuk paguyuban penjual jasa mainan, untuk memudahkan koordinasi antara dishub dan pihak penjual.








