SOLO, MettaNEWS – Kehebohan pada Solo Car Free Day (SCFD) Minggu (29/5) pagi ini disebut-sebut hanyalah ilusi optik dari awan yang bergerak di sekeliling menara Masjid Sriwedari yang telah mangkrak pembangunannya.
Menara setinggi 114 meter tersebut sebelumnya dikabarkan roboh oleh salah seorang yang hingga kini tak diketahui identitasnya. Saat terjadi teriakan akan adanya menara yang roboh sontak hal ini membuat para pengujung berlarian. Hal ini tentunya menyebabkan suasana Car Free Day menjadi tidak kondusif.
Mendapat informasi adanya kehebohan di SCFD, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meminta agar tidak ada yang membuat dan menyebarkan informasi salah (hoaks).
“Jangan kayak gitu lah (menyebar informasi hoaks),” kata Gibran saat ditemui di Kawasan Ngarsopuro, Solo, Minggu (29/5/2022).
Gibran pun menyayangkan informasi yang terlanjut membuat heboh di SCFD pagi ini. Akibatnya para pedagang di area Taman Sriwedari sempat terkena tabrakan para pengunjung yang berlarian karena panik. Saat mendapat informasi Masjid Sriwedari Solo terlihat bergoyang ia menyebut hal ini lantaran menara tersebut terdapat pergerakan awan.
“Belum pernah melihat awan. Pertama kali di CFD wah awan. Ya melihat awan kaget awannya bergerak dikira apa,” ucapnya.
Gibran berharap agar kejadian ini tidak terjadi kembali sehingga ia meminta kepada siapa pun untuk tidak menyebarkan informasi yang salah. Adanya peristiwa ini membuat taman di sepanjang trotoar rusak. Selain itu aktivias berdagang maupun pengujung jadi terkendala. Sehingga waktu SCFD yang seharusnya selesai pada pukul 09.00 WIB justru masih terdapat banyak pengunjung yang menghabiskan waktu di sekitar Jalan Slamet Riyadi. Begitupun dengan PKL yang masih nampak berjualan hingga pukul 10.00 WIB.
“Tadi saya lewat jam 10 itu belum bongkar-bongkar. Mau saya evaluasi lagi. Ada yang ngrusak taman juga pas kekacauan tadi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Ari Wibowo, mengatakan awalnya dia mengira keributan itu terjadi akibat ada hewan yang lepas.
“Terjadi kerusuhan kegaduhan masyarakat berlari menjauhi kawasan Sriwedari di kawasan dekat menara Masjid Sriwedari. Saya kira awalnya semacam hewan anjing atau pun ular yang jatuh dari pepohonan. Tadi masyarakat sudah panik lari kemana-mana menyebar,” ucap Ari.
Ari menyebut menara masjid diisukan bergoyang hingga menyebabkan pengunjung berlarian hingga terdapat sejumlah pengujung yang jatuh. Namun belakangan diketahui menara yang tampak akan roboh tersebut akibat efek pergerakan awan yang mengakibatkan ilusi opstik seolah-olah menara akan ambruk.
Lantaran kehobohan ini sejumlah petugas diterjunkan guna menenangkan pengunjung.
“Saat masyarakat sudah terkondisikan (menjauh) kami memberikan info dari lokasi TKP, bahwa itu berita hoaks dan tidak apa-apa sambil berteriak-teriak dan melambaikan tangan kepada pengunjung Solo CFD untuk berlaku normal dan mendekat seperti biasa,” tukasnya.








