SOLO, MettaNEWS – Pihak PMI Solo memberikan tanggapannya mengenai kejadian beberapa waktu yang lalu. Di mana media sosial Instagram sempat dihebohkan dengan status dari Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro atau lebih dikenal sebagai Paundrakarna atau Paundra.
Pasalnya lewat Story akun Instagramnya, @gph_paundrakarnajs, Rabu (18/5) lalu Paundra membuat status bernada kritikan yang ditujukkan ke PMI Solo. Melalui akun Instagramnya, Pundra meminta kepada pihak PMI Solo agar mengusut tindakan pungli (pungutan liar) yang terjadi di organisasi tersebut.
Sumartono Hadinoto, Sektetaris PMI Solo mengaku hingga saat ini pihaknya belum bisa menemui Paundra untuk mendapatkan klarifikasi terkait status Instagramnya.
“Kami bingung karena yang disampaikan di media itu hanya seperti itu. Akhirnya kami mencoba untuk konfirmasi melalui media tim humas dan IT PMI juga tidak ada jawaban,” ucap Sumartono saat ditemui di PMI Solo, Sabtu (28/5/2022).
Pihaknya merasa senang apabila ada yang memberi masukan ke PMI Solo, namun Sumartono menyayangkan akan apa yang dilakukan Paundra. Ia pun meminta agar masalah ini dapat segera diluruskan agar tak berpengaruh ke kepercayaan PMI Solo.
“Kami sangat senang sekali orang-orang yang memberi masukan ke PMI contohnya seperti mas Paundra. Tapi orang kan bisa salah. Cuma kan kalau salah tidak diluruskan atau tidak ada info yang jelas atau tidak komunikasi dengan kami kan ini sangat-sangat merugikan kepercayaan PMI yang sudah kami bangun selama ini terhadap masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya menyayangkan adanya masalah yang membawa nama PMI Solo. Ia pun berharap agar masalah tersebut segera dapat diselesaikan.
“Tapi kalau hanya dilempar tidak ada keterangan yang jelas, tidak ada konfirmasi dan tidak diselesaikan ini yang buat kami sangat menyayangkan hal tersebut,” tambahnya.
Sempat meminta bantuan ke FX Rudi Hadyatmo, namun masih belum dapat bertemu dengan Paundra. Pihaknya yang juga dibantu Kanjeng Pangeran Hariyo (KPH) Benny Irawan menyebut Puandra saat berhasil dihubungi hanya mengatakan bahwa dirinya salah.
“Karena waktu itu kami dibantu oleh Pak FX Rudi Hadyatmo dan satu lagi dibantu oleh Kanjeng Pangeran Hariyo Beni Irawan. Tapi katanya waktu ketemu pertama ngebel (telfon) nggak bisa diangkat Kanjeng Benny bisa ketemu mas Paundra cuma jawab oh saya salah kelihatannya. Cuma begitu tapi tidak mau diselesaikan di media. La kan kami susah,” terangnya.
Sumartono kembali menjelaskan kronologi kejadian yang dirasa berkaitan dengan status Instagram Paundra. Ia menyebut terdapat satu data orangtua yang bernama Yanti di Griya Bahagia yang sudah meninggal pada dua tahun silam.
“Kami berusaha mengecek ternyata bukan pelayanan ambulance maupun darah tapi pelayanan Griya Bahagia. Di mana ada satu orangtua yang ada di Griya Bahagia yang butuh anter oleh waktu itu Satpol PP dan Linmas karena tidak terawat. Kita rawat dan kami juga selalu gratis karena di griya itu kalau donasi silahkan tidak pun akan kami rawat gratis,” ucap Sumartono.
Sebelumnya terdapat kelompok paguyuban perawat RS Brayat Minulya menengok wanita bernama Yanti. Dikatakan Sumartono pihaknya diminta untuk menghubungi kelompok tersebut apabila terjadi suatu hal. Hingga pada Juni 2020, wanita atas nama Yanti meninggal. Pihaknya pun menhubungi paguyuban tersebut namun tak mendapatkan respon.
Belum diketahui motif apa yang melatarbelakangi status Paundra tersebut, dalam statusnya yang bertuliskan permintaan tindak lanjut PMI Solo, Paundra menyebut nama wanita bernama Yanti.
“Bu Yantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……..
Panjenengan orang baik sekaliiiiii….laskar Tuhan dan saya mengutuk keluarga Ibu dan Oknum-oknum di @pmisurakarta yang telah memperlakukan BU Yanti dengan tidak baik dan menipu-memeras adik Bu Yanti yang amat menyayangi kakaknya yaitu Bu Yanti yang terkasih..
Huhuuuuuuu…..” tulis Paundara di akun Instagramnya, Rabu (18/5/2022).








