SOLO, MettaNEWS – Pada Juli 2020 lalu, Solo direncanakan memiliki objek wisata baru di Pondok Persada Jurug, Jebres. Proyek senilai Rp 50 miliar ini diberi nama Waterpark Tirtamas yang digadang-gadang dapat meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu juga dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat, namun nyatanya proyek ini telah mangkrak tanpa ada progres.
Wahana Waterpark Jurug ini rencananya berisi fasilitas seperti kolam renang, kolam ombak, kolam luncur, kedai kopi, restoran, taman, dan penginapan. Namun hingga saat ini proyek ini tak kunjung rampung.
Direktur Utama PT Arta Tirta Mulyo, Mulyono Sadeli menyebut pihaknya sebagai pemenang lelang mengalami kendala kontur tanah.
“Kendala teknis karena tanah dari depan itu turun sampai ke belakang 17 meter. Kalau kolam renang itu harus datar sehingga kita harus membuat trap-trap gitu,” jelas Mulyono saat ditemui usai peninjauan Waterpark Jurug bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Selasa (17/5/2022).
Selain kontur tanah, Mulyono menyebut kendala cuaca dan pandemi Covid-19 menjadi penyebab proyek ini tak kunjung selesai.
“Jadi kesulitannya ada di tanah, karena harus ada di kontur tanah yang kita perbaiki, cuaca juga. Di samping itu juga pandemi,” terangnya.
Mulyono menyebut, proyek ini akan soft opening pada Desember mendatang.
“Jadi sesuai pembicaraan tadi dengan beliau (Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming) bahwa rencana soft opening itu bulan Desember dengan fase yang pertama ini,” ucapnya.
Kendala yang dialami tersebut, Mulyono menyebut pada saat pembangunan pada 2020 lalu, kondisi lahan masih berupa hamparan pepohonan.
“Awalnya ini masih hutan dulunya. Jadi kami masuk kesini ini belum reclearing (pembersihan ulang),” tambahnya.
Dengan adanya kendala tersebut, pihaknya menyebut tidak akan menyesuaikan tanah dengan desain yang sudah direncanakan pada awal pembangunan.
“Nggak (disesuaikan). Saya kira ini terus berjalan karena sekarang fase ini fondasi semua ini kemarin kan hujan terus. Kita agak terhambatnya di hujan sehingga sangat kesulitan dengan hujan hampir setiap hari. Sedangkan fondasi kan adanya di bawah tanah dan pekerjaan-pekerjaan kolam renang ini semua kan di bawah tanah,” sebut Mulyono.
Direncanakan akan soft opening pada Desember mendatang, Mulyono menyebut belum tahu perihal grand opening.
“Belum tahu (waktu grand opening). Ini fase satu di sini nanti ada gedung lobby seperti itu yang ada daun di atasnya. Kemudian ada kolam arus yang berputar gambarnya. Kemudian ada kolam luncur, kemudian ada kolam splash,” terang Mulyono.
Memiliki lima permainan, wahana ini masuk ke dalam fase satu soft opening di bulan Desember.
“Karena kita dengan kontraktor juga dijanjikannya lima bulan selesai. Kalau lima bulan kan sekarang bulan Mei, bulan 10 selesai. Kita punya tenggang waktu kira-kira begitu, tenggang waktunya untuk penyelesaian sarana prasarana dasar,” tutupnya.
Proyek ini berdiri diatas tanah dengan Hak Pinjam (HP) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan masa 30 tahun.
Berdasarkan pantauan MettaNEWS di lokasi, nampak sedikit pekerja yang melakukan pengerjaan di proyek seluas 39.015 meter persegi ini. Nampak pondasi kolam renang yang belum selesai ini dikerjakan oleh sedikit tukang.







